Lokal

Kejagung Tangkap Aswas Kejati Sumut, Polda Amankan Konten Kreator, dan Kasus Penyerangan di Belawan

Bagikan:
Gedung Kejaksaan dan lokasi kejadian di Medan yang terkait tiga kasus hukum

Medan — Kejaksaan Agung menangkap Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Agung Ardiyanto, terkait dugaan penyalahgunaan proyek pendidikan kejaksaan. Penangkapan itu terjadi di Medan dan kini menjadi salah satu fokus penegakan hukum di wilayah Sumut.

Kejagung tangkap Aswas Kejati Sumut

Kejaksaan Agung menahan pejabat internal Kejati Sumut atas dugaan pelanggaran terkait proyek pendidikan yang dikelola institusi kejaksaan. Pelanggaran itu diduga melibatkan penyalahgunaan anggaran dan pelaksanaan program yang tidak sesuai aturan.

Langkah penindakan oleh Kejagung menunjukkan adanya upaya pengawasan internal terhadap pelaksanaan program di lingkungan kejaksaan. Sampai saat ini, pihak yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkap fakta hukum lebih lanjut.

Polda Sumut tangkap konten kreator karena hina agama

Tim Direktorat Siber Polda Sumut menangkap seorang konten kreator yang diduga melakukan penghinaan terhadap agama melalui akun media sosial. Penangkapan dilakukan setelah laporan masyarakat dan pemeriksaan terhadap unggahan yang dianggap menyinggung keyakinan tertentu.

Polda menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum terhadap konten online semakin intensif seiring meningkatnya aduan masyarakat terkait ujaran kebencian dan penghinaan dalam ruang digital.

Didakwa dalam kasus penyerangan di Belawan

Di perkara lain, terdakwa Agus Salim (22) didakwa terlibat penyerangan yang menyebabkan korban, Mhd. Rizki Panjaitan, mengalami luka serius di bagian wajah. Peristiwa berlangsung di kawasan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Terdakwa diduga menyerang korban dengan anak panah yang dilontarkan menggunakan ketapel, sehingga anak panah itu menancap di mata kiri korban. Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian dan proses hukum berlanjut di tingkat peradilan.

Ketiga peristiwa tersebut mencerminkan berbagai tantangan penegakan hukum di Sumatera Utara. Dari pengawasan internal institusi hingga tindakan kejahatan yang berdampak serius pada korban, aparat kepolisian dan kejaksaan terus melakukan penyelidikan dan proses hukum.

Ke depan, publik menanti hasil pemeriksaan dan proses persidangan untuk memastikan akuntabilitas dan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait