Lokal

Gemira: Program MBG Dongkrak Ekonomi Lokal Deliserdang

Bagikan:
Ketua DPC Gemira Deliserdang membahas Program Makan Bergizi Gratis

MEDAN — Ketua DPC Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Kabupaten Deliserdang, Muhammad Hendrik SH MH, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) punya dampak luas selain memberi makanan bagi anak sekolah. Pernyataan itu disampaikan Hendrik usai bertemu dengan Penasihat Gemira Deliserdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag M.Pd, yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Deliserdang.

MBG sebagai penggerak ekonomi lokal

Hendrik mengatakan program MBG bersifat strategis karena dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan dari bawah. Ia menyebut dampaknya tidak hanya pada kesehatan anak-anak, tetapi juga pada rantai pasokan pangan lokal di Deliserdang.

Menurut Hendrik, pembelian bahan baku untuk program itu membuka peluang usaha bagi petani dan pedagang kecil. Dengan demikian, MBG dapat menjadi stimulus ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Polisi didesak tuntaskan laporan tipugelap

Polda Sumatera Utara didesak menuntaskan kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan warga Dusun V Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Korban, Suliwaty, melaporkan kejadian itu sejak 2023 dan mengklaim kerugian mencapai miliaran rupiah.

Suliwaty menuturkan kerugian muncul terkait proyek penimbunan lahan persawahan seluas empat hektar. Salah satu terlapor, menurut laporan, berinisial BDPS dan disebut oknum TNI AU. Kasus ini kini tercatat di Mapolda Sumut.

"Saya mengalami kerugian hingga miliaran rupiah terkait proyek penimbunan lahan persawahan seluas 4 hektar,"

Desakan penyelesaian kasus datang dari masyarakat setempat yang menuntut proses hukum yang transparan dan cepat. Polda Sumut belum mengeluarkan keterangan resmi terkait perkembangan penyidikan terakhir.

Perlindungan anak di era artificial intelligence

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyerukan perlunya perlindungan anak terhadap dampak perkembangan artificial intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan dalam forum tingkat tinggi di sela Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Meutya hadir dalam forum berjudul Protecting Children’s Rights Facing Artificial Intelligence, yang dipimpin beberapa kepala negara dan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya kebijakan untuk melindungi sekitar 70 juta anak Indonesia dari risiko penyalahgunaan teknologi AI.

Forum tersebut dihadiri tokoh internasional, termasuk Presiden Prancis, Perdana Menteri Spanyol, Presiden Kenya, dan Perdana Menteri Australia. Isu perlindungan anak di era digital dinilai memerlukan koordinasi lintas negara serta aturan yang jelas di tingkat nasional.

Ketiga isu—program MBG, penanganan kasus penipuan, dan perlindungan anak dari dampak AI—membuka diskusi penting tentang sinergi kebijakan sosial, penegakan hukum, dan regulasi teknologi. Ke depan, implementasi program dan proses hukum yang transparan menjadi sorotan publik dan pemangku kepentingan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait