NASA Minta Masukan Industri AS untuk Teknologi Permukaan Bulan
NASA membuka permintaan masukan kepada industri Amerika Serikat pada 30 Juni 2026 untuk mempercepat pengembangan teknologi di permukaan Bulan dan kawasan cislunar. Tujuannya mempercepat kesiapan sistem pendukung pangkalan manusia, mengurangi ketergantungan pasokan dari Bumi, dan menyiapkan prototipe yang dapat diuji dalam misi mendatang.
Tujuan program dan ruang lingkup
Inisiatif ini merupakan bagian dari Lunar Enabling Infrastructure Accelerator, yang menargetkan solusi teknis untuk operasi jangka panjang di sekitar Bulan. NASA mengajak perusahaan komersial, universitas, dan organisasi nirlaba untuk menyampaikan masukan mengenai kebutuhan teknis, jadwal, serta metode evaluasi sebelum dokumen final diterbitkan.
Lima bidang teknologi yang jadi fokus
NASA menyoroti lima bidang utama yang dianggap krusial untuk kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Kelima area itu diharapkan menghasilkan teknologi yang memungkinkan produksi bahan penting langsung di permukaan Bulan.
- Pembangkit listrik permukaan yang andal untuk menopang habitat dan fasilitas ilmiah.
- Generator tenaga radioisotop untuk suplai energi jangka panjang dan stabil.
- Pemanfaatan sumber daya in situ (misalnya produksi oksigen dan air dari regolith).
- Manufaktur luar angkasa untuk membuat komponen dan peralatan di lokasi.
- Nanomaterial inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan struktur serta perangkat.
Alasan dan pernyataan pejabat
Menurut NASA, pengembangan kemampuan ini diharapkan mengurangi risiko logistik dan biaya misi dengan meminimalkan kebutuhan pasokan dari Bumi. Direktur Divisi Riset dan Teknologi Lanjutan NASA, Greg Stover, menekankan peran industri komersial dalam mendorong terobosan teknologi.
"Investasi teknologi antariksa membuka peluang yang sebelumnya dianggap mustahil," kata Greg Stover.
Proses konsultasi dan jadwal
NASA membuka masa konsultasi publik hingga 17 Juli 2026. Dalam periode ini, pelaku industri dapat mengajukan masukan teknis dan rekomendasi implementasi. Nantinya, penerima program akan ditunjuk untuk mengembangkan dan menguji prototipe yang mendukung misi eksplorasi Bulan.
Dampak dan prospek ke depan
Jika berhasil, langkah ini bisa mempercepat transisi menuju operasi manusia yang lebih mandiri di Bulan. Teknologi seperti produksi oksigen, pembangkit listrik lokal, dan manufaktur in-situ berpotensi memangkas biaya dan meningkatkan frekuensi misi. Ke depan, kolaborasi antara NASA dan sektor swasta akan menjadi kunci untuk mewujudkan pangkalan berkelanjutan di Bulan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...