Nasional

Magang Pengurus KDKMP Dorong Koperasi Desa Modern

Bagikan:
Pengurus KDKMP mengikuti magang di Kopontren Sunan Drajat Lamongan

Kementerian Koperasi menggelar program magang bagi pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperkuat tata kelola dan mendorong koperasi desa yang modern dan produktif. Kegiatan delapan hari itu berlangsung di Lamongan, Jawa Timur, dan bertujuan mengonsolidasikan potensi ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Magang sebagai bekal pengurus

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menyampaikan magang memberi pengalaman langsung bagi pengurus untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat dan diikuti peserta dari berbagai provinsi.

Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional. Lalu produktif dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing

Materi dan metode pelatihan

Program magang mengkombinasikan materi kelas, studi kunjungan, dan praktik langsung pada unit usaha koperasi. Peserta memperoleh pengetahuan teknis dan jaringan yang dibutuhkan untuk menjalankan koperasi.

  • Regulasi dan kebijakan perkoperasian
  • Tata kelola koperasi
  • Kepemimpinan dan kewirausahaan
  • Identifikasi potensi usaha
  • Pengelolaan keuangan dan permodalan
  • Penyusunan proposal bisnis dan mitigasi risiko
  • Pengembangan bisnis berkelanjutan

Peserta yang mengikuti magang berstatus pengurus yang telah menyelesaikan pelatihan dasar melalui Learning Management System (LMS) atau pelatihan sejenis.

Partisipasi dan capaian di lapangan

Sebanyak 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi mengikuti program ini. Di Lamongan sendiri, terdapat 317 unit KDKMP yang terbangun secara fisik, dan 90 unit pada tahap pertama sudah mulai beroperasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 unit pada tahap pertama telah mulai beroperasi

Respons masyarakat terhadap KDKMP dinilai positif. Salah satu koperasi di Lamongan mencatat omzet hingga Rp14 juta sehari pada peluncuran awal. Barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji menjadi komoditas paling diminati.

Barang yang paling banyak diburu masyarakat adalah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan elpiji

Dampak dan tantangan

Keberhasilan awal menunjukkan potensi KDKMP jika didukung jalur logistik yang baik dan pengelolaan profesional. Namun, kesiapan pengurus dan masalah operasional masih menjadi tantangan utama untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi di desa.

Ini membuktikan bahwa jika jalur logistik terjamin dan pengelolaan berjalan baik, keberadaan KDKMP akan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

Langkah ke depan

Destry menekankan pentingnya pengurus yang kompeten, adaptif, dan berjiwa wirausaha untuk menerapkan pembelajaran magang di daerah masing-masing. Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh diharapkan memperkuat tata kelola serta membuka peluang kolaborasi antara koperasi, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendukung.

Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat

Dengan dukungan pemangku kepentingan dan pengurus yang terampil, KDKMP diharapkan berkembang menjadi model koperasi desa yang profesional, mampu membuka akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait