Nasional

Ekraf Usul Kopi Pegunungan Dieng Jadi Tema Festival Tahun Depan

Bagikan:
Promosi Kopi Pegunungan Dieng pada Festival Kopi Dieng 2026

Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan Kopi Pegunungan Dieng sebagai tema Festival Kopi Dieng tahun depan. Usulan itu disampaikan pada sesi IP Talks & Coffee di Festival Kopi Dieng 2026, Sabtu 29 Agustus 2026, dan bertujuan agar seluruh kegiatan festival bersifat teknikal sekaligus promotif.

Usulan tema untuk fokus kurasi

Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Dr. Mohammad Amin, menilai tema yang lebih spesifik akan menyatukan arah setiap kegiatan festival. Menurut Amin, tema yang jelas memudahkan penyusunan kurasi acara sehingga semua program mengacu pada Kopi Dieng.

Kalau bisa tahun depan boleh enggak temanya itu kopi pegunungan Dieng jadi sesuatu tema yang sifatnya teknikal dan promosional

Amin juga mengatakan tema umum dan nuansa humanis tetap relevan. Namun, tema spesifik memberi arahan operasional pada berbagai rangkaian, seperti talkshow hingga pameran produk.

Profil kopi sebagai materi promosi

Selain tema, Amin mengusulkan pembuatan profil resmi Kopi Dieng yang berisi informasi teknis dan indikasi geografis. Profil ini dapat dijadikan materi promosi saat kepala daerah atau pelaku pariwisata memperkenalkan kopi di luar daerah.

Kalau seandainya profil dari festival dari kopi Dieng, bukan festivalnya tapi kopi Dieng, bagaimana dia kemudian disampaikan pada IG, indikasi geografis itu dibuatkan profilnya

Profil tersebut juga dapat diputar dalam kegiatan pemerintah sebagai bahan komunikasi terpadu. Dengan begitu, pesan promosi kopi dan asal-usulnya menjadi konsisten.

GI Tourism: pengalaman kopi yang terpadu

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara, Kristiano Hadi Pranoto, menyampaikan bahwa Kopi Pegunungan Dieng termasuk produk yang dikembangkan dalam Festival Kopi Dieng. Pengembangan ini terkait konsep Geographical Indication Tourism atau GI Tourism.

Dalam konsep GI Tourism, wisatawan tidak hanya mencicipi kopi. Mereka juga diajak mengenal rangkaian proses kopi, mulai dari:

  • penanaman,
  • pengolahan atau processing,
  • roasting,
  • hingga menikmati hasil akhir.

Festival sebagai ruang kolaborasi

Festival Kopi Dieng 2026 menjadi wadah memperkenalkan kopi dan potensi ekonomi kreatif kawasan Dieng. Acara ini juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi antara pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemerintah.

Dengan tema dan profil produk yang jelas, pengelola berharap promosi Kopi Dieng lebih terarah dan berdampak pada pengembangan wisata berbasis indikasi geografis.

Catatan: Semua usulan dan gagasan disampaikan dalam rangka persiapan penyelenggaraan festival berikutnya dan penguatan promosi kopi daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait