Kemenhub Prioritaskan Perbaikan Bandara Soa Bajawa Pascagempa
Kementerian Perhubungan menetapkan perbaikan Bandara Soa Bajawa sebagai prioritas pascagempa setelah melakukan peninjauan fasilitas di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Fokus perbaikan meliputi struktur bangunan, area terminal penumpang, serta fasilitas pendukung operasional penerbangan agar pelayanan dan keselamatan segera pulih.
Peninjauan dan bandara terdampak
Peninjauan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama jajaran terkait untuk melihat kondisi infrastruktur dan aset bandara. Selain Bandara Soa Bajawa, tim juga mengecek kerusakan di beberapa bandara lain di provinsi itu.
- Bandara Komodo
- Fransiskus Xaverius Seda Maumere
- H. Hasan Aroeboesman Ende
- Frans Sales Lega Ruteng
Prioritas perbaikan di Bandara Soa Bajawa
Di Soa Bajawa, penanganan difokuskan pada struktur bangunan utama dan area terminal. Tim juga memprioritaskan fasilitas penunjang operasional penerbangan agar aktivitas layanan tetap aman dan terukur.
Prioritas perbaikan yang ditetapkan mencakup:
- Perbaikan struktur bangunan terminal dan fasilitas keselamatan.
- Rehabilitasi area pelayanan penumpang.
- Perbaikan sarana penunjang operasional penerbangan.
Proses penanganan dan koordinasi
Hasil peninjauan akan menjadi dasar penentuan tindak lanjut pemulihan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan setiap fasilitas. Penanganan direncanakan bertahap agar pemulihan berjalan tepat guna dan terukur.
Untuk memastikan proses berjalan aman, Kementerian Perhubungan menegaskan koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan terkait. Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemulihan.
Bantuan kepada pegawai dan dampak pemulihan
Selain inspeksi infrastruktur, rombongan Ditjen Perhubungan Udara menyerahkan bantuan kepada pegawai di wilayah terdampak. Bantuan itu diberikan sebagai dukungan bagi petugas yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascagempa.
Dengan langkah-langkah ini, Kemenhub berharap pemulihan fasilitas bandara dapat segera mendukung kembali aktivitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Nusa Tenggara Timur.
"Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan,"
- Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Pemulihan dilaksanakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan tiap fasilitas agar proses penanganan tepat sasaran dan mempercepat pemulihan konektivitas wilayah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...