Bupati Banjarnegara: Kopi Indonesia Punya Ciri Khas Tiap Daerah
Bupati Banjarnegara, Amalia Desyana, menilai kopi Indonesia memiliki karakter berbeda-beda menurut daerah. Pernyataan itu disampaikan saat sesi IP Talks & Coffee pada Festival Kopi Dieng 2026, Sabtu, 29 Agustus 2026. Amalia mendorong pengembangan potensi kopi melalui kolaborasi antardaerah agar produk lokal makin dikenal.
Amalia: Lokasi Tanam Menentukan Rasa
Amalia mengatakan pandangannya tentang kopi berubah setelah mendengar cerita langsung dari petani. Ia baru memahami bahwa lokasi tanam memengaruhi cita rasa biji kopi. Hal ini menurutnya juga terlihat pada variasi kopi di Banjarnegara.
"Jadi saya tidak pernah minum kopi tanpa gula, karena yang saya tahu kopi itu pahit,"
Amalia menambahkan bahwa setelah mempelajari proses dan asal kopi, perbedaan rasa menjadi jelas.
"Ketika mengetahui ceritanya dari petaninya, saya baru sadar. Ditanam di sebelah sana berbeda rasanya, ditanam di sebelah sini rasanya berbeda."
Festival sebagai Ruang Promosi dan Kolaborasi
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara, Kristiano Hadi Pranoto, mengatakan Festival Kopi Dieng menjadi ruang untuk memperkenalkan kopi kepada masyarakat luas. Kegiatan ini juga dipakai untuk mempertemukan pelaku kopi dengan subsektor ekonomi kreatif.
Menurut Kristiano, festival memberi peluang bagi petani, pelaku UMKM, dan kreator konten untuk berjejaring dan membangun produk bersama.
Arah Tema dan Kegiatan Festival
Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Mohammad Amin, mengusulkan agar tema festival berikutnya lebih teknikal dan bersifat promosi. Ia berharap tema itu memusatkan kegiatan pada pengenalan Kopi Pegunungan Dieng.
"Kalau bisa tahun depan boleh enggak temanya itu kopi pegunungan Dieng jadi sesuatu tema yang sifatnya teknikal dan promosional,"
Amin mencontohkan beberapa aktivitas yang bisa diarahkan untuk mempromosikan kopi Dieng:
- Talkshow dengan petani dan pelaku industri kopi
- Sesi minum kopi bersama kepala daerah untuk memperkuat citra
- Street coffee sebagai sarana edukasi dan promosi produk
Harapan dan Implikasi
Amalia berharap keragaman kopi dari berbagai daerah terus dikembangkan melalui sinergi. Ia menekankan bahwa kebersamaan antarpelaku dan pemerintah daerah akan memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar.
"Nah ketika kita kompak, kita kuat. Insyaallah kopi ini juga bisa membawa nama baik Indonesia."
Dengan arahan tema yang lebih teknikal dan kegiatan promosi yang terintegrasi, penyelenggara dan pelaku diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah kopi lokal. Langkah tersebut penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...