Ma’ruf Amin: Pemimpin NU Harus Munya Kemampuan Ishlah
KH Ma’ruf Amin menegaskan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) harus mampu melakukan ishlah atau perbaikan dan mendamaikan pihak yang berbeda. Pernyataan itu disampaikan pada Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026. Menurut mantan Wakil Presiden RI itu, kemampuan organisasi saja tidak cukup; pemimpin juga wajib menghadirkan kedamaian dan mengutamakan kepentingan bersama.
Peran ishlah dalam kepemimpinan NU
KH Ma’ruf menilai karakter ishlah penting karena NU menaungi beragam kelompok dan elemen masyarakat. Ia menekankan pemimpin harus menjadi perekat ketika terjadi perbedaan, bukan sekadar administrator organisasi.
“Seorang yang menjadi pemimpin NU harus mampu melakukan ishlah, mampu melerai pertikaian dan perbedaan. Selain itu mampu menghadirkan kedamaian,”
Pernyataan tersebut menyoroti peran pimpinan NU dalam meredam konflik internal dan memprioritaskan solusi yang membawa manfaat luas. Dengan demikian, kepemimpinan dipandang sebagai instrumen penyatuan.
Kemaslahatan dan gerakan NU
KH Ma’ruf mengingatkan agar kepemimpinan NU mengedepankan kemaslahatan organisasi di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Ia menyerukan agar NU tetap menjadi kekuatan sosial yang menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Kepemimpinan selanjutnya harus mampu menggerakkan organisasi dengan semangat perjuangan dan pengabdian,”
Ia menekankan NU bukan hanya tempat berkumpul. Sejak awal, NU menurutnya berorientasi pada perjuangan untuk menghadirkan keadilan, keamanan, perbaikan kehidupan, dan kemaslahatan yang luas.
“NU bukan hanya sekadar kumpul-kumpul, tetapi membawa pergerakan besar. Perubahan itu baik dalam persoalan agama dan kemasyarakatan, ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, kemanusiaan, maupun kebangsaan,”
Karena itu, aktivitas NU tidak boleh berhenti pada urusan internal. Kegiatan organisasi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Bursa calon Ketua Umum PBNU dan jadwal Muktamar
Menjelang Muktamar NU ke-35, sejumlah nama muncul dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengakui namanya disebut-sebut dalam daftar calon.
Gus Kikin menyebut beberapa nama lain yang juga muncul dalam perbincangan internal. Nama-nama itu antara lain:
- KH Yahya Cholil Staquf
- Prof Nasaruddin Umar
- KH Zulfa Mustofa
- Gus Rozin
- Gus Salam
“Ada banyak, ya saya termasuk dimunculkan. Kemudian ada Gus Yahya, Ketum yang sekarang, ada kemudian Prof Nasaruddin, ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Rozin, ada Gus Salam, cukup banyak,”
Meski namanya masuk bursa, Gus Kikin belum menyatakan pencalonan secara terbuka. Ia menyerahkan keputusan kepada mekanisme Muktamar dan tata tertib pemilihan.
“Siapa yang jadi Ketum ya itu tergantung dari muktamirin, siapa yang dipilih oleh muktamirin menjadi Ketum nanti,”
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung di Pesantren Darul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. Gus Kikin berharap proses berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik untuk kemaslahatan umat.
Penutup
Pernyataan KH Ma’ruf dan dinamika bursa calon Ketua Umum memberikan gambaran fokus NU menjelang Muktamar: mencari pemimpin yang mampu menyatukan, menggerakkan, dan menjadikan organisasi berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Proses pemilihan yang berjalan sesuai mekanisme dipandang krusial untuk menjaga legitimasi dan efektivitas kepemimpinan mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...