Nasional

Warna Lukisan Le Mayeur Memudar, Kemenbud Kirim Tim Konservasi

Bagikan:
Lukisan karya Le Mayeur di Museum Le Mayeur, Sanur, Bali

Kementerian Kebudayaan akan mengirim tim konservasi dari Galeri Nasional untuk memeriksa dan menilai kondisi koleksi lukisan di Museum Le Mayeur, Sanur, Denpasar. Langkah ini diambil setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan sejumlah karya mulai mengalami perubahan warna dan membutuhkan penanganan khusus.

Tim konservasi akan menilai dan menentukan penanganan

Tim yang dikirim bertugas melakukan pemeriksaan kondisi fisik karya, mengidentifikasi penyebab kerusakan, dan merumuskan rencana konservasi. Pemeriksaan penting dilakukan segera untuk mencegah penurunan lebih lanjut pada karya yang rentan.

Permasalahan media dan pemudaran warna

Menurut Menbud, tantangan utama konservasi terlihat pada lukisan yang menggunakan media karung atau bakor. Media ini dipilih Le Mayeur ketika kanvas sulit diperoleh pada masa Perang Dunia II. Lingkungan pesisir Sanur juga memperparah masalah karena kelembapan dan salinitas udara.

"Salah satu tantangannya adalah memudarnya warna-warna, kalau kita lihat warna aslinya, ini sangat kuat sekali. Tapi ada juga warna-warna yang memudar, terutama yang medianya karung atau bakor."

Dalam proses konservasi, tim akan berfokus menjaga keaslian karya, termasuk karakter dan palet warna agar tetap sesuai dengan kondisi aslinya tanpa mengubah niat artistik pelukis.

Kunjungan museum dan kebutuhan promosi

Selain aspek pemeliharaan, Fadli Zon menyoroti jumlah kunjungan ke Museum Le Mayeur yang masih terbatas. Rata-rata museum hanya menerima sekitar 100 pengunjung per bulan, mayoritas wisatawan asing dari Eropa.

Ia menilai promosi perlu diperkuat agar karya dan perjalanan hidup Le Mayeur lebih dikenal masyarakat luas. Promosi yang lebih baik juga diharapkan meningkatkan kunjungan lokal dan dukungan untuk pemeliharaan koleksi.

Jejak Le Mayeur di Bali dan koleksi museum

Le Mayeur menetap di Bali sejak 1933 dan menikahi Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang sering menjadi modelnya. Keduanya membangun rumah di pesisir Sanur yang kini menjadi museum dan menyimpan sebagian besar karya serta peninggalan pelukis tersebut.

  • Jumlah karya: 88 karya seni dan sejumlah peninggalan.
  • Lokasi: Rumah karya Le Mayeur di pesisir Sanur, Denpasar.
  • Gaya: Lukisan bertema perempuan Bali, kehidupan masyarakat, budaya, dan lanskap dengan corak impresionisme.

Keberadaan Museum Le Mayeur penting untuk melestarikan warisan artistik dan memastikan karya-karya tersebut tetap dapat dipelajari serta diapresiasi generasi mendatang. Upaya konservasi yang terencana akan menentukan bagaimana koleksi ini dirawat dan dipamerkan ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait