Nasional

Musim Hujan Mengancam, 67 Sekolah di Ngada Belajar di Kelas Darurat

Bagikan:
Siswa belajar di tenda darurat setelah gempa di Ngada

Sebanyak 67 sekolah di Kabupaten Ngada masih menggunakan kelas darurat setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026, sementara 33 sekolah dilaporkan rusak berat dan belum bisa dipakai normal. Kondisi ini memicu kekhawatiran menjelang musim hujan dan mendorong percepatan perbaikan fasilitas pendidikan.

Jumlah dan kondisi sekolah terdampak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada mencatat total 74 sekolah terdampak akibat gempa. Dari jumlah itu, 33 sekolah mengalami kerusakan berat dan tidak layak digunakan. Sisanya masih mengandalkan ruang darurat, terutama tenda di area terbuka.

Untuk kondisi sekolah yang terdampak saat ini 74 sekolah, yang kategori rusak berat 33 sekolah. Data yang masuk sekarang itu di angka 67

Pembelajaran darurat dan tantangan musim hujan

Pembelajaran darurat dilaksanakan di tenda yang didirikan di lapangan olahraga atau ruang terbuka sekolah. Namun pemerintah daerah khawatir tenda tidak tahan lama karena musim hujan akan segera tiba.

Kelas darurat ini kan bertahan cuma beberapa bulan saja karena sebentar lagi musim hujan. Kemarin teman-teman dari Kemendikdasmen sudah berjanji di awal September ini mereka turun

Kerusakan terparah tercatat di wilayah Riung, Riung Barat, dan Bajawa Utara, termasuk bangunan yang roboh. Kondisi infrastruktur yang rapuh menambah urgensi perbaikan.

Bantuan Kemendikdasmen dan verifikasi lapangan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke 98 sekolah di tujuh kabupaten sebagai respons awal. Tenda ini dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan belajar sambil menunggu perbaikan permanen.

  • Manggarai Timur
  • Manggarai
  • Manggarai Barat
  • Ngada
  • Sikka
  • Nagekeo
  • Ende

Minggu ini kami akan menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan kerusakan. Kami juga akan merencanakan intervensi perbaikan sarana-prasarana pendidikan

Tim teknis dari Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikdasmen akan memetakan kerusakan dan menentukan kebutuhan revitalisasi. Verifikasi ini juga bertujuan memastikan sekolah yang masih layak segera dipakai kembali agar orang tua yakin akan keamanan bangunan.

Kelangsungan pembelajaran dan kendala akses

Meskipun fasilitas terbatas, pembelajaran tetap berjalan dengan penyesuaian. Selain kelas darurat, beberapa guru melakukan kunjungan rumah bagi siswa yang belum bisa bergabung ke tenda. Namun gangguan jaringan internet di beberapa wilayah Ngada menghambat kegiatan daring dan pelaporan kondisi ke pusat.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan kementerian untuk mempercepat perbaikan dan menerapkan standar bangunan tahan gempa. Upaya ini dinilai penting agar proses pembelajaran dapat kembali normal sebelum musim hujan memperburuk kondisi bangunan sementara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait