BM3 Sumut Laporkan Abu Janda ke Polda Sumut terkait Dugaan Pernyataan SARA
Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumatera Utara resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Polda Sumatera Utara pada 5 Juni 2026. Laporan diajukan menyusul pernyataan kontroversial Abu Janda yang viral di media sosial dan dianggap mengandung unsur SARA terhadap etnis Sumatera Barat.
Siapa melapor dan alasan pelaporan
Pelapor datang dari unsur masyarakat Minang perantauan di Sumut. Pelaporan dilakukan oleh Sekretaris Umum BM3 Sumut, Yohni Anwar Jambak, didampingi Ketua Bidang Hukum BM3 Sumut, Redyanto Sidi, serta Pandeka Muda Minang Sumut. Mereka mengajukan laporan setelah menyaksikan pernyataan viral di platform media sosial dan pemberitaan.
Nomor laporan dan dasar hukum
SPKT Polda Sumatera Utara mencatat laporan tersebut dengan nomor STTLP/B/884/VI/2026/SPKT Polda Sumatera Utara tertanggal 5 Juni 2026. BM3 Sumut menyebut laporan diajukan dengan dasar dugaan pelanggaran Pasal 243 KUHP dan telah diterima oleh SPKT Polda Sumut.
Kronologi singkat dan reaksi masyarakat
Pernyataan Abu Janda disampaikan dalam sebuah acara di luar negeri dan kemudian menyebar luas melalui media sosial. Pernyataan itu dinilai menyinggung warga etnis Sumatera Barat karena menyebut masyarakat di wilayah Sumbar dan Jawa Barat cenderung keras dan melabeli warganya sebagai "barbar". Tanggapan cepat muncul dari berbagai elemen masyarakat Minangkabau.
Selain laporan ke Polda Sumut, organisasi lain juga mengambil tindakan. Dewan Pimpinan Pusat IKM, Mahkamah Adat Alam Minangkabau, dan cabang-cabang IKM di berbagai daerah telah melaporkan pernyataan yang sama ke Bareskrim Polri.
Pernyataan pelapor
“Kita melaporkan dugaan SARA atas pernyataan Abu Janda terhadap Etnis Sumbar, Mudah-mudahan proses hukum berjalan, kita serahkan sepenuhnya kepada Kepolisian,”
Yohni Anwar menegaskan bahwa pelaporan didasari pada falsafah Minangkabau tentang sikap saling menghormati. Ia menambahkan:
“Kita ini memakai falsafah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, tak elok rasanya adanya pernyataan Bar Bar tersebut.”
Kemajuan proses dan tindak lanjut
Ketua Bidang Hukum BM3 Sumut, Redyanto Sidi, menyatakan laporan akan dikawal bersama tim hukum advokat etnis Minang di Sumut sampai tuntas. BM3 Sumut menekankan mereka akan mengikuti proses hukum yang berjalan di kepolisian.
Kasus ini menambah rangkaian pelaporan atas pernyataan yang sama di tingkat pusat dan daerah, sehingga perkembangan selanjutnya bergantung pada penyelidikan kepolisian dan keputusan penegak hukum.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...