HIPMI Medan Mendesak Evaluasi Usai Gangguan Pasokan Listrik
Ketua Umum BPC HIPMI Medan, Ryalsyah Putra, menyatakan keprihatinan atas gangguan pasokan listrik yang terjadi pada Sabtu (6/6) dan berdampak pada aktivitas masyarakat serta dunia usaha di berbagai wilayah. Ia menilai gangguan ini harus dievaluasi menyeluruh agar penyebabnya jelas dan perbaikan efektif dapat dilakukan.
Dampak langsung terhadap pelaku usaha
Menurut Ryalsyah, gangguan pasokan listrik berpengaruh pada proses produksi, transaksi digital, serta biaya operasional bisnis. Kondisi ini terutama memberatkan pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya.
- Terhambatnya proses produksi
- Terganggunya transaksi digital
- Meningkatnya biaya operasional
- Menurunnya produktivitas usaha, khususnya UMKM
Seruan evaluasi dan perbaikan
HIPMI Medan mendorong manajemen PLN untuk melakukan evaluasi dan penguatan sistem kelistrikan secara berkelanjutan. Menurut organisasi tersebut, langkah ini penting untuk meminimalisasi potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“HIPMI Medan memandang bahwa setiap gangguan pasokan listrik yang terjadi perlu dievaluasi secara menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas dan langkah perbaikannya dapat dilakukan secara efektif,”
Ryalsyah menekankan bahwa Kepastian pasokan energi merupakan faktor penting bagi aktivitas ekonomi, investasi, dan pertumbuhan usaha. Ia menilai keandalan layanan kelistrikan harus terus ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan iklim investasi.
Langkah yang diharapkan
Untuk mencapai keandalan yang lebih baik, HIPMI Medan mengusulkan beberapa langkah prioritas, antara lain:
- Evaluasi teknis menyeluruh terhadap penyebab gangguan
- Penguatan infrastruktur dan sistem distribusi
- Komunikasi yang transparan kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait penyebab dan penanganan
“Dunia usaha membutuhkan kepastian layanan kelistrikan yang andal. Karena itu, diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan, penguatan sistem, serta komunikasi yang transparan kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait penyebab maupun langkah penanganan yang dilakukan,”
Implikasi bagi pertumbuhan ekonomi
Ryalsyah menyatakan bahwa keandalan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Oleh sebab itu, masalah pasokan listrik perlu menjadi perhatian bersama agar pelayanan bagi masyarakat dan dunia usaha semakin baik.
HIPMI Medan berharap ada tindakan konkret dari pihak terkait sehingga gangguan serupa dapat diminimalkan dan kegiatan ekonomi kembali berjalan lancar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa Martabe 2026: PT Agincourt Salurkan Rp5,29 Miliar
PT Agincourt Resources salurkan Beasiswa Martabe 2026 kepada 341 pelajar/mahasiswa Tapanuli Selatan dengan t...
AMPI Binjai Gelar Safari Dakwah Subuh Kolaborasi dengan Pemko
G-SDS AMPI Kota Binjai bersama Pemko menggelar Safari Dakwah Subuh di Masjid Al-Fatih (26/7/2026) untuk mema...
Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD Medan, Diskon Pajak Hingga 75%
Bapenda Medan hadirkan Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD 26 Juli, tawarkan potongan PBB hingga 75% dan di...
Bupati Ajak Raja Luat Bersama Wujudkan Padang Lawas Maju
Bupati Putra Mahkota ajak 16 raja luat bersinergi wujudkan Padang Lawas Maju melalui silaturahim dan penyera...
Polsek Hutaimbaru Gelar Dialog 'Kopi Kamtibmas' Pererat Sinergi Keamanan
Polsek Hutaimbaru menggelar forum dialog Kopi Kamtibmas pada 24/7 untuk pererat sinergi keamanan, lawan nark...
17 Camat Mangkir, Pembahasan P-APBD Deliserdang Terhenti
Pembahasan LPP APBD 2025 di DPRD Deliserdang tertunda setelah 17 dari 22 Camat tidak hadir dalam rapat Bangg...