Prof Muzakkir: Gas Blok Andaman Harus Diolah di Aceh
Langsa — Ketua Umum Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syariah Aceh (HISSA) sekaligus Guru Besar Hukum Pidana Islam IAIN Langsa, Prof. Dr. Drs. Muzakkir Samidan, menegaskan pentingnya menjadikan pengalaman eksploitasi sumber daya alam masa lalu sebagai pelajaran. Pernyataan disampaikan pada Sabtu (6/6) untuk mendorong pengelolaan Gas Blok Andaman agar manfaatnya langsung dirasakan rakyat Aceh.
Kritik atas pengelolaan sumber daya masa lalu
Muzakkir mengingatkan, keberadaan industri besar seperti LNG Arun dan PT Kertas Kraft Aceh (KKA) serta perusahaan multinasional lain di Aceh Utara tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia menilai sisa fasilitas industri yang terbengkalai menjadi bukti eksploitasi besar-besaran yang belum berujung pada kesejahteraan publik.
"Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh lebih banyak menjadi penonton di daerahnya sendiri. Efek domino positif yang diharapkan dari keberadaan industri besar belum dirasakan secara maksimal oleh rakyat,"
Desakan pengolahan di Aceh
Muzakkir menganggap penemuan cadangan gas di Blok Andaman dan pengelolaan gas di Aceh Timur harus dimanfaatkan untuk memperkuat kedaulatan Aceh atas sumber daya alam. Menurutnya, gas dari wilayah Aceh seharusnya diolah di dalam provinsi untuk menciptakan nilai tambah.
Jika diolah di Aceh, lanjut Muzakkir, hasilnya dapat mendorong pertumbuhan industri lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah sehingga manfaatnya langsung terasa oleh masyarakat.
Evaluasi pengelolaan saat ini
Dia juga menyoroti pengelolaan gas di Aceh Timur yang dikelola PT Medco. Muzakkir menilai manfaat yang dirasakan daerah dan warga masih relatif minim dibandingkan potensi yang dihasilkan.
"Pemerintah Aceh perlu mempertanyakan sejauh mana manfaat yang diperoleh daerah dari pengelolaan gas tersebut. Eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan bagi pihak tertentu,"
Harapan untuk LNG Arun dan kebijakan pemerintah
Muzakkir berharap fasilitas LNG Arun dapat kembali dioptimalkan sebagai pusat pengolahan. Ia menekankan agar pengelolaan Gas Blok Andaman tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh.
"Arun harus dihidupkan kembali sebagai pusat pengolahan. Gas Blok Andaman harus diolah di Aceh dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh,"
Ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat komitmen bersama demi memperjuangkan hak Aceh atas kekayaan alam. Muzakkir berharap kepemimpinan pemerintah provinsi tetap teguh dan tidak terpengaruh kepentingan politik sehingga pengelolaan gas berpihak pada kepentingan rakyat.
Pernyataan Muzakkir menyoroti kebutuhan revisi kebijakan serta pengawasan yang lebih ketat agar sumber daya alam Aceh benar-benar menjadi pendorong kesejahteraan daerah dan warga.
Berita Terkait
DWP Aceh Salurkan Bantuan ke 60 Lansia Korban Kebakaran Lhokseumawe
DWP Aceh menyalurkan bantuan kepada 60 lansia korban kebakaran di Kampung Jawa, Lhokseumawe, sebagai bagian...
Polres Langkat Ungkap 33 Kasus dalam Ops Antik Toba 2026
Polres Langkat mengungkap 33 kasus narkotika dalam Ops Antik Toba 2026; 35 tersangka ditangkap dan barang bu...
Sergai Sambut Tim Monitoring PKK Sumut, Fokus UP2K dan Pola Asuh
Pemkab Sergai menerima Tim Monitoring TP PKK Sumut pada 5 Juni 2026 untuk menilai UP2K, pola asuh anak digit...
SMKN 2 Medan Perkuat Kebersamaan lewat Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
SMKN 2 Medan memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 untuk memperkuat kebersamaan dan nilai kebangsaan...
PW PII Aceh Tanam 300 Mangrove di Mesjid Raya
PW PII Aceh menanam 300 bibit mangrove di Mesjid Raya, Aceh Besar pada 5 Juni, melibatkan 60 pelajar dan duk...
Brimob dan BNN Razia THM di Medan, 2 Pengunjung Terbukti Konsumsi Narkoba
Brimob dan BNN razia THM di Medan pada 5 Juni; dua pengunjung terbukti konsumsi narkoba. Selain itu, seorang...