Jalinsum Sosopan Rusak, Pengangkutan Ratusan Ton Terganggu
Sejumlah elemen masyarakat Kecamatan Sosopan memperingatkan kondisi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayahnya sangat memprihatinkan dan rawan kecelakaan. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan pada Sabtu (6/6), karena jalur tersebut menjadi akses utama pengangkutan ratusan ton hasil pertanian setiap bulan. Warga menilai kerusakan jalan menghambat distribusi komoditas dan mengancam keselamatan pengendara serta pengangkut barang.
Kerusakan jalan dan risiko kecelakaan
Warga menggambarkan permukaan Jalinsum Sosopan beberapa tahun belakangan semakin sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Lubang besar dan ruas jalan yang menyempit membuat kendaraan berat mudah tergelincir atau terguling. Kondisi ini meningkatkan biaya angkut karena kendaraan harus melambat atau menggunakan jalur memutar yang lebih panjang.
Volume komoditas yang melintas
Jalinsum Sosopan bukan sekadar akses transportasi. Jalan ini menjadi jalur utama keluar masuk berbagai komoditas unggulan daerah. Tokoh masyarakat setempat menyebutkan volume angkutan yang melintasi jalan itu mencapai ratusan ton setiap bulan.
"Jalinsum Sosopan sarana vital yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat," kata H. Lokot Nasution, tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Padanglawas.
Perkiraan volume pengangkutan bulanan meliputi:
- Kelapa sawit: sekitar 200–250 ton per bulan.
- Getah karet: diperkirakan 100–150 ton per bulan.
- Komoditas lain seperti kopi, kakao, dan kulit manis juga rutin diangkut melalui jalur ini.
Tuntutan perbaikan kepada pemerintah provinsi
Karena peran vital Jalinsum Sosopan, warga meminta perbaikan segera kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Mereka meminta penanganan melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumut atau Unit Pengelola Teknis (UPT) Gunung Tua. Harapannya, perbaikan dapat menurunkan risiko kecelakaan dan menstabilkan biaya distribusi komoditas pertanian.
Implikasi ekonomi dan prospek
Jika kerusakan jalan dibiarkan, distribusi hasil pertanian dari Sosopan bisa terganggu lebih parah. Gangguan ini berpotensi menurunkan pendapatan petani dan mengganggu pasokan komoditas ke pasar regional. Perbaikan infrastruktur di jalur strategis seperti Jalinsum Sosopan dinilai penting untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah dan keselamatan transportasi.
Warga dan pelaku usaha berharap pemerintah merespons cepat, sehingga jalur vital ini kembali layak dilalui dan roda perekonomian lokal tidak terhenti.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Langkat Luncurkan Lintas Prima: Integrasi Layanan KTP-el dan Akta
Langkat meluncurkan Lintas Prima pada 24 Juli untuk integrasikan perekaman KTP-el serta penerbitan akta lewa...
Beasiswa Martabe 2026: PT Agincourt Salurkan Rp5,29 Miliar
PT Agincourt Resources salurkan Beasiswa Martabe 2026 kepada 341 pelajar/mahasiswa Tapanuli Selatan dengan t...
AMPI Binjai Gelar Safari Dakwah Subuh Kolaborasi dengan Pemko
G-SDS AMPI Kota Binjai bersama Pemko menggelar Safari Dakwah Subuh di Masjid Al-Fatih (26/7/2026) untuk mema...
Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD Medan, Diskon Pajak Hingga 75%
Bapenda Medan hadirkan Pojok PBB dan Samsat Keliling di CFD 26 Juli, tawarkan potongan PBB hingga 75% dan di...
Bupati Ajak Raja Luat Bersama Wujudkan Padang Lawas Maju
Bupati Putra Mahkota ajak 16 raja luat bersinergi wujudkan Padang Lawas Maju melalui silaturahim dan penyera...
Polsek Hutaimbaru Gelar Dialog 'Kopi Kamtibmas' Pererat Sinergi Keamanan
Polsek Hutaimbaru menggelar forum dialog Kopi Kamtibmas pada 24/7 untuk pererat sinergi keamanan, lawan nark...