Kurikulum Polri Berbasis HAM, AI, Big Data Siap Berlaku 2027
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan kurikulum pendidikan Polri yang berbasis HAM, artificial intelligence (AI), dan big data direncanakan mulai diterapkan pada 2027. Pernyataan itu disampaikan saat peninjauan dan peresmian fasilitas pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin 6 Juli 2026.
Kurikulum baru: target dan tujuan
Dedi mengatakan perubahan kurikulum merupakan bagian percepatan transformasi pendidikan untuk membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Evaluasi semester pertama dijadikan momentum untuk menyusun desain kurikulum baru yang selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026.
"Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026," ujar Dedi.
Implementasi di seluruh jenjang pendidikan
Reformasi ini mencakup semua jenjang pendidikan pembentukan dan pengembangan personel. Kurikulum baru akan diterapkan tidak hanya di Akpol, tetapi juga pada unit-unit berikut:
- Bintara
- SPKT
- Brimob
- Polair
- Intelijen
Tujuannya agar kompetensi teknis dan perilaku kepolisian selaras dengan tuntutan HAM dan perkembangan teknologi.
Laboratorium dan pembelajaran berbasis digital
Saat berkunjung ke Akpol, Wakapolri meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran berbasis riset.
"Kami menyiapkan taruna sebagai first line supervisor sekaligus calon pemimpin Polri masa depan. Karena itu, pembelajaran harus dekat dengan digitalisasi, big data, artificial intelligence, serta kemampuan berpikir komprehensif," ucapnya.
Laboratorium diharapkan memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis bukti. Pendekatan ini penting agar kebijakan kepolisian lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peningkatan kepemimpinan
Transformasi pendidikan juga akan meluas ke jenjang kepemimpinan di Sespim Polri. Saat ini, Polri menyiapkan Laboratorium Kepemimpinan Digital untuk manajer menengah dan pimpinan, sebagai bagian penguatan kompetensi di level strategis.
"Ini merupakan komitmen Polri membangun SDM unggul melalui reformasi pendidikan dan penguatan kompetensi personel," ujar Dedi.
Dengan langkah ini, Polri menargetkan kurikulum yang lebih responsif terhadap tantangan global dan harapan masyarakat. Implementasi bertahap hingga 2027 akan menentukan kesiapan taruna dan jajaran kepemimpinan menghadapi era digital dan kebutuhan standar HAM yang lebih tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Henriette Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Keagamaan
Henriette Hutabarat mengajak generasi muda memperkuat literasi keagamaan lewat media sosial untuk menjaga pe...
Pemerintah Targetkan 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis dalam 3 Tahun
Pemerintah targetkan 8 juta sertifikat tanah gratis selama tiga tahun untuk warga berpenghasilan rendah, dim...
Amran Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Aman
Amran jamin pasokan beras untuk pengungsi gempa NTT: 6.000 ton siap didistribusikan, cadangan 39.000 ton, ke...
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Percepat Bantuan Gempa NTT
TNI AL menurunkan helikopter Bell-412 untuk percepat distribusi 400 kg bantuan pangan ke korban gempa di NTT...
Pertamina: Layanan Energi di Flores Kembali Normal Usai Gempa
Pertamina menyatakan layanan energi di Pulau Flores sudah pulih pasca gempa M7,7; SPBU, agen LPG, dan avtur...
Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Bantuan Logistik dan Kesehatan
Pemerintah mengerahkan logistik, tenaga medis, dan tenda darurat pascagempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memen...