Wakapolri Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik Akpol
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik Akpol di Akademi Kepolisian, Semarang, pada Senin, 6 Juli 2026. Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pendidikan Polri.
Peresmian dan tujuan utama
Peresmian berlangsung di Kampus Akpol, Semarang, Jawa Tengah. Inisiatif ini ditujukan untuk membentuk perwira yang profesional, adaptif, dan mampu mengambil keputusan berbasis data.
Wakapolri menegaskan pentingnya pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum sebagai bekal menghadapi tantangan kepolisian yang semakin kompleks.
Taruna harus dibekali kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu, pembelajaran memanfaatkan big data, artificial intelligence, dan analisis komprehensif
Fokus pembelajaran dan metode
Laboratorium Sosial Sains hadir untuk memberi pengalaman belajar melalui simulasi masalah sosial. Taruna dilatih menganalisis dinamika sosial dengan pendekatan riset dan teknologi digital.
Pembelajaran menekankan penggunaan artificial intelligence, coding, dan big data sebagai bagian dari implementasi evidence-based policing.
- Simulasi fenomena sosial
- Pemodelan dan analisis data
- Penerapan AI dan coding dalam studi kasus
Kelas Tematik dan penguatan praktik
Akpol juga membuka enam Kelas Tematik berbasis studi kasus kepolisian terkini. Ruang belajar ini didesain lebih interaktif, visual, dan aplikatif untuk melatih kemampuan praktis taruna.
Saat ini tersedia enam Kelas Tematik yang mewakili fungsi utama kepolisian. Ke depan, seluruh fungsi teknis Polri ditargetkan memiliki kelas serupa
Teaching Laboratory di Polda Jawa Tengah
Polda Jawa Tengah ditetapkan sebagai Teaching Laboratory Akpol. Penetapan ini memungkinkan taruna mempelajari dinamika kamtibmas secara langsung sebelum ditugaskan ke lapangan.
Peran perancang dan kajian akademik
Perumus Laboratorium Sosial Sains, Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo, menjelaskan konsep laboratorium mengedepankan riset, diskusi, dan simulasi. Fasilitas dirancang untuk membentuk pola pikir sistemik, kritis, dan reflektif.
Laboratorium tidak dirancang sebagai laboratorium eksakta seperti umumnya. Fasilitas ini membentuk taruna berpikir sistemik, kritis, dan reflektif sebelum bertugas
Konsepnya disusun bersama para pakar dan melalui kajian komparatif ke sejumlah lembaga pendidikan kepolisian luar negeri.
Pendanaan dan konteks regional
Pembangunan laboratorium dan Kelas Tematik didukung dana hibah dari Bank Himbara serta kontribusi alumni Polri dan donatur lain. Wakapolri memberi apresiasi atas dukungan tersebut.
Dengan peresmian ini, Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Fasilitas diharapkan memperkuat kualitas pendidikan Polri secara berkelanjutan.
Peresmian Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik menandai langkah konkret menuju pembelajaran kepolisian yang lebih ilmiah, berbasis data, dan teknologi, serta mempersiapkan taruna sebagai calon pemimpin Polri yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...