Pemerintah Luncurkan Kampanye BERLIAN untuk Perkuat Perlindungan Anak
Pemerintah meluncurkan Kampanye BERLIAN pada 7 Juli 2026 sebagai bagian peringatan Hari Anak Nasional ke-42. Peluncuran digelar untuk memperkuat gerakan menghadirkan ruang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak di seluruh Indonesia.
Tujuan kampanye dan cakupan
Kampanye ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Kemenko PMK. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia dan meningkatkan kepedulian terhadap hak serta perlindungan anak di berbagai ruang.
Mengapa perlindungan anak perlu diperkuat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan tantangan pengasuhan anak makin kompleks. Perubahan struktur keluarga, urbanisasi, dan kemajuan teknologi digital turut memperbesar risiko bagi anak.
"Kita memiliki komitmen yang sama untuk melindungi anak dengan menghadirkan ruang yang aman dan nyaman. Tantangan pengasuhan hari ini semakin berat karena struktur keluarga berubah, urbanisasi meningkat, dan orang tua semakin banyak yang bekerja,"
Pratikno menekankan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Menurutnya, semua ruang yang diakses anak harus dijaga agar aman dan nyaman, termasuk ruang publik dan ruang digital.
Peran pemangku kepentingan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyatakan kampanye ini mengajak semua pihak berpartisipasi. Pemerintah berkomitmen berkolaborasi dengan keluarga, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menegakkan hak anak.
"Melalui kampanye ini, pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah harus berkolaborasi dengan keluarga dan seluruh pemangku kepentingan,"
Arifah menegaskan Kampanye BERLIAN juga bertujuan mendorong pengasuhan positif, edukasi publik, dan partisipasi anak dalam proses kebijakan. Ia menambahkan fokus utama adalah perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, dan perkawinan anak.
Langkah konkret dan harapan ke depan
Kampanye ini membuka ruang kolaborasi antar kementerian, lembaga, dan masyarakat sipil. Pemerintah berharap inisiatif ini memperkuat sistem perlindungan anak di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.
Dengan menetapkan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia, pemerintah menargetkan peningkatan kesadaran publik dan implementasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Keberlanjutan gerakan ini akan bergantung pada partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...