Nasional

MenPPPA Ajak Anak Perlindungan Khusus Kunjungi Istana Negara

Bagikan:
Anak-anak mengikuti kunjungan edukatif ke Istana Negara bersama MenPPPA

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mengajak anak memerlukan perlindungan khusus (AMPK) untuk berkunjung ke Istana Negara Jakarta sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kunjungan direncanakan pada 30 Juli 2026 dan bertujuan memperluas wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak.

Rangkaian kegiatan dan jadwal

Sebelum masuk ke Istana, anak-anak akan mengikuti wisata edukatif ke Dufan pada 25 Juli 2026. Agenda puncak kunjungan ke Istana dijadwalkan 30 Juli 2026 dengan partisipasi sekitar 150 anak. Kegiatan ini diumumkan Arifah saat konferensi pers di Rumah Dinas MenPPPA, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.

“Kita akan ajak anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus datang ke Istana, mudah-mudahan bisa bertemu dengan Bapak Presiden. Kami akan ajak anak-anak ini berkeliling Istana, supaya mereka punya gambaran Istana kayak apa,”

Siapa yang diundang dan tujuan kegiatan

Peserta yang dijadwalkan mengikuti kegiatan merupakan anak-anak dari kelompok rentan. Rinciannya meliputi:

  • anak pemulung,
  • anak dari keluarga pemulung,
  • anak jalanan.

Tujuan acara adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, memperkenalkan simbol-simbol negara, dan membangun rasa percaya diri anak sejak usia dini.

“Menghadirkan pengalaman belajar dan rekreasi yang menyenangkan sebagai ruang bagi anak-anak. Khususnya untuk memperoleh pengalaman baru serta membangun rasa percaya diri,”

Peringatan Hari Anak Nasional dan desentralisasi acara

Arifah juga menyampaikan bahwa puncak peringatan HAN 2026 berlangsung di Kepulauan Riau pada 23 Juli. Kementerian mendorong agar perayaan HAN dilakukan secara desentralisasi sampai tingkat desa. Pendekatan ini bertujuan menjangkau lebih banyak anak dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lokal.

Kementerian berharap kegiatan serupa mendorong perhatian khusus dari pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga desa. Dengan demikian, momen HAN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada anak-anak yang paling membutuhkan.

Implikasi dan langkah ke depan

Program kunjungan dan wisata edukatif untuk AMPK menjadi bagian upaya memperkaya pengalaman anak dari latar rentan. Jika berjalan sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi membuka akses sosialisasi dan penguatan identitas nasional sejak dini bagi kelompok yang selama ini jarang tersentuh program formal.

Pelaksanaan pada akhir Juli akan menjadi barometer bagi Kementerian PPPA dalam mengukur efektivitas pendekatan rekreasi edukatif untuk anak-anak rentan di kota besar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait