Kritik Gemes XVIII, Bapenda Siapkan Hadiah PBB, Sampah di Tanah Wakaf
Medan — Tiga isu lokal sekaligus menjadi sorotan publik di Medan: pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) XVIII/2026 yang menuai kritik, program hadiah untuk wajib pajak PBB dari Bapenda Kota Medan, dan keluhan penumpukan sampah di tanah wakaf Pangkalan Masyhur.
Gelar Melayu Serumpun XVIII: Kritik dan dugaan tender dikondisikan
Penyelenggaraan Gemes XVIII/2026 oleh Dinas Pariwisata Kota Medan mendapat sorotan warga. Acara itu dinilai kurang baik dari sisi kualitas penyelenggaraan oleh sejumlah warganet.
Selain kritikan terhadap mutu acara, proses penetapan pemenang tender kegiatan tahunan ini kini mulai dipertanyakan. Ada dugaan bahwa tender telah dikondisikan sejak awal, sehingga menimbulkan keraguan publik terhadap transparansi pengadaan.
Perkembangan soal dugaan ini masih menjadi perhatian, khususnya terkait akuntabilitas lembaga penyelenggara.
Bapenda: Bayar PBB berpeluang menangi sepeda motor
Pemerintah Kota Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menawarkan hadiah menarik bagi wajib pajak yang telah melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program ini bertujuan memberi apresiasi sekaligus mendorong kepatuhan pajak.
Hadiah yang disiapkan akan diundi pada 4 Juli 2026. Adapun daftar hadiah utama meliputi:
- 2 unit sepeda motor
- 3 unit sepeda listrik
- 2 unit kulkas
- 8 unit kompor gas
Program ini memberi kesempatan bagi masyarakat yang telah melunasi PBB untuk mendapatkan hadiah undian tersebut.
Sampah menumpuk di tanah wakaf Pangkalan Masyhur
Pengurus Badan Kenaziran Tanah Wakaf (BKTW) Sejahtera melaporkan penumpukan sampah rumah tangga yang mencemari area pemakaman wakaf. Lokasi yang terdampak berada di Jalan Karya Utama, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor.
Keluhan ini menunjukkan adanya persoalan pengelolaan sampah dan pemeliharaan area pemakaman yang membutuhkan penanganan. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan peziarah dan kebersihan lingkungan sekitar.
Ketiga isu ini menempatkan perhatian pada kualitas penyelenggaraan acara publik, kepatuhan pajak, dan pengelolaan lingkungan kota. Ke depan, publik mengharapkan langkah konkret dari pihak terkait untuk menjawab kritik, memastikan transparansi pengadaan, dan memperbaiki pengelolaan sampah di lokasi wakaf.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...