Lokal

Wakil Ketua DPRK Tekankan Kolaborasi untuk Pembangunan Banda Aceh

Bagikan:
Wakil Ketua DPRK menyampaikan materi dalam Retret Kepemimpinan Banda Aceh di Mata Ie Resort

BANDA ACEH — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan Kota Banda Aceh yang lebih maju, tertata, dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan saat dia menjadi narasumber pada Retret Kepemimpinan Pemerintah Kota Banda Aceh di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (18/5).

Retret dan peserta

Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan diikuti para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Retret ini digelar sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi serta menyatukan visi pembangunan daerah.

Materi legislatif dan fokus pembangunan

Daniel mewakili pimpinan DPRK memaparkan dukungan legislatif terhadap pelaksanaan program pembangunan ke depan. Ia mengingatkan bahwa Banda Aceh menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan kerja sama seluruh elemen daerah.

  • Penguatan syariat Islam;
  • Penataan kota yang inklusif;
  • Pertumbuhan ekonomi dan pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif;
  • Penyelesaian persoalan banjir dan manajemen sampah;
  • Peningkatan kualitas layanan publik serta penguatan pendidikan dan sumber daya manusia.

Prioritas anggaran dan kolaborasi

Daniel mengingatkan keterbatasan anggaran pemerintah daerah sementara ekspektasi publik terus meningkat. Karena itu, ia menekankan bahwa penggunaan anggaran harus diarahkan pada program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Pembangunan Banda Aceh tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang solid antara Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat," ujar Daniel.

"Pembangunan yang berhasil lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi," tegasnya.

Ia juga menegaskan fungsi pengawasan DPRK bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi warga.

"Perbedaan tidak boleh menghambat kepentingan warga," kata Daniel.

Hasil yang diharapkan

Melalui retret kepemimpinan ini, diharapkan terwujud penguatan koordinasi dan kesamaan visi antara legislatif, eksekutif, serta pemangku kepentingan lain dalam menghadapi tantangan pembangunan Kota Banda Aceh ke depan. Daniel menekankan bahwa keberanian mengambil keputusan dan konsistensi pelaksanaan program lebih penting daripada sekadar wacana.

Penutup ringan

Pada akhir pemaparannya, Daniel menutup dengan pantun bernuansa santai yang disambut hangat peserta. Salah satu bait yang dibacanya sebagai penutup adalah:

"Subuh-subuh kami bangun pagi,
Laut bergelombang kami seberangi.
Bukti nyata dukungan kami beri,
Demi menyukseskan acara Pemko di bawah kepemimpinan Bu Illiza ini."

Retret ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi yang berkelanjutan demi mewujudkan Banda Aceh yang lebih maju, tertata, dan sejahtera dalam bingkai syariat Islam.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!