Nasional

KLH Libatkan Ratusan Perusahaan untuk Cegah Karhutla Gambut

Bagikan:

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumpulkan hampir 400 perusahaan pemegang konsesi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ekosistem gambut. Pernyataan itu disampaikan Menteri Jumhur Hidayat pada Raker Pencegahan Antisipasi Karhutla di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. Tujuan utama adalah memastikan lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar di sekitar kawasan konsesi.

Upaya utama: re-wetting dan penyekatan kanal

Menteri Jumhur menekankan pentingnya menjaga tinggi muka air tanah agar gambut tetap lembap. Salah satu metode utama adalah re-wetting atau pembasahan kembali dengan cara menyekat kanal yang mengalirkan air keluar dari lahan gambut. Dengan demikian air tertahan di dalam kawasan konsesi.

"Jadi disekat agar dia mengaliri wilayah konsesinya itu, sehingga gambut tidak kering. Gambut itu tidak terbakar kalau dia digenangi air,"

Peran perusahaan dan jangkauan tanggung jawab

KLH meminta setiap perusahaan pemegang konsesi berkontribusi menjaga ekosistem gambut di sekitar wilayah usahanya. Permintaan ini mencakup perusahaan dari sektor perkebunan sawit hingga hutan tanaman industri. Selain menjaga area konsesi, perusahaan diminta membantu pencegahan hingga radius lima kilometer dari batas lahan mereka.

"Para perusahaan tersebut mulai dari sektor perkebunan sawit hingga hutan tanaman industri. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kebakaran di wilayah konsesi masing-masing,"

Kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah

Pelaksanaan penyekatan kanal dan program pembasahan dilakukan secara kolaboratif. KLH mendorong sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan komunitas lingkungan. Pendekatan ini meliputi pembangunan sekat kanal bersama dan program pengelolaan lahan berbasis komunitas.

Data revegetasi dan ancaman El Nino

KLH melaporkan capaian revegetasi lahan gambut meningkat signifikan. Luas revegetasi naik dari sekitar 114 ribu hektare pada 2021 menjadi lebih dari 168 ribu hektare pada 2026. Peningkatan ini bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekosistem gambut dan menekan risiko karhutla.

Namun KLH juga mengingatkan ancaman kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Pemerintah menilai perlu menambah jumlah penyekatan kanal secara masif untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan.

"Kita masih perlu banyak melakukan penyekatan kanal. Apalagi dalam suasana El Nino, mungkin kita butuh puluhan ribu sekat kanal dalam beberapa bulan ini,"

Langkah ke depan

Ke depan, KLH akan mengawasi pelaksanaan komitmen perusahaan dan memperluas kerja sama teknis dengan daerah. Upaya ini sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan mengantisipasi musim kering dan mengurangi risiko kebakaran di lahan gambut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait