Presiden Terbitkan Inpres Penyelamatan Gajah Sumatra dan Kalimantan
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatra serta Gajah Kalimantan pada 10 Juli 2026. Pengumuman disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melalui video call dengan anak gajah Nona Seroja di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan satwa itu.
Inti Inpres dan tujuan
Inpres ini bertujuan menjaga kelangsungan hidup gajah liar dan mempertahankan konektivitas habitatnya. Pemerintah memerintahkan langkah-langkah lintas sektor untuk mencegah fragmentasi wilayah jelajah gajah dan menurunkan konflik manusia-satwa.
"Telah terbit Instruksi Presiden untuk penyelamatan populasi Gajah dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan,"
Aturan teknis: koridor dan area preservasi
Menteri Kehutanan menjelaskan Inpres mengatur tata cara ketika pembangunan infrastruktur atau perluasan kebun masuk ke jalur jelajah gajah. Bila pembangunan mengganggu home range, maka harus disiapkan koridor khusus agar pergerakan gajah tidak terputus.
"Kalau misalnya Kementerian Pekerjaan Umum membangun jalan dan itu mengganggu home range gajah, maka wajib dibuat koridor sendiri. Begitu juga kalau ada perkebunan yang masuk ke jalur jelajah gajah,"
Raja Antoni menambahkan bahwa ruang yang berpotensi dilewati gajah harus dikosongkan atau diperkaya menjadi area preservasi sehingga ketersediaan pakan dan lahan bergerak tetap terjaga.
Keterlibatan lintas kementerian dan daerah
Inpres melibatkan 9 kementerian, lembaga pusat, serta pemerintah daerah di wilayah Sumatra dan Kalimantan Utara. Tujuannya agar upaya penyelamatan berjalan terpadu dan terukur.
- Menteri Kehutanan
- Menteri Pertanian
- Menteri Dalam Negeri
- Menteri ATR/BPN
- Menteri ESDM
- Menteri Pekerjaan Umum
- Menteri Lingkungan Hidup
- Menteri Keuangan
- Menteri Investasi dan Hilirisasi
Selain itu, kepolisian serta para kepala daerah—gubernur, bupati, dan wali kota—di wilayah terkait juga mendapat peran pelaksanaan di lapangan.
Dampak awal dan langkah berikutnya
Menteri menilai Inpres ini menjadi "kado" bagi generasi gajah yang baru lahir seperti Nona Seroja. Pemerintah berencana memperkuat pengawasan, membangun koridor satwa, dan mengkoordinasikan tata ruang agar upaya konservasi lebih efektif.
"Semua kementerian yang mendapat amanat dalam Inpres ini mempunyai kewajiban menjaga rumahnya Nona Seroja, Bang Domang, dan kawan-kawannya. Insyaallah nanti kita akan eksekusi lebih baik lagi di lapangan,"
Dengan Inpres ini, pemerintah menegaskan komitmen perlindungan gajah melalui kebijakan yang mengikat antar-instansi. Keberhasilan pelaksanaan akan bergantung pada koordinasi teknis dan pengawasan di tingkat lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...