Nasional

Program B50 Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

Bagikan:
Ilustrasi minyak sawit dan biodiesel B50 untuk hilirisasi sawit

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program mandatori B50 menjadi momentum memperkuat hilirisasi sawit nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pernyataan itu disampaikan menyusul peluncuran B50 oleh Presiden pada 9-10 Juli 2026 di Karawang, Jawa Barat, sebagai upaya memperluas pasar dalam negeri dan menaikkan permintaan tandan buah segar (TBS).

Peluncuran dan tujuan program

Program B50 resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Karawang pada Kamis, 9 Juli 2026. Pemerintah memosisikan kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.

"Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,"

Menurut Presiden, pembangunan harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya petani, sehingga peningkatan kesejahteraan petani menjadi tolok ukur keberhasilan program.

Dampak terhadap pasar domestik dan petani

Andi Amran menilai pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik dan meningkatkan permintaan TBS dari petani. Ia menyebut B50 akan menaikkan nilai tambah komoditas sawit.

"Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar,"

Amran menambahkan, "Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani." Implementasi B50 diharapkan turut menjaga harga sawit di tingkat petani.

Upaya Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian menyatakan akan mendukung program ini dengan meningkatkan produktivitas sawit lewat sejumlah langkah teknis dan pembinaan.

  • Perbaikan praktik budidaya
  • Penggunaan benih unggul
  • Peremajaan sawit rakyat
  • Penguatan hilirisasi dan pasar domestik

"Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat, serta penguatan hilirisasi,"

Data produksi dan ekspor

Kementan mencatat kinerja industri sawit terus menunjukkan tren positif. Produksi crude palm oil (CPO) sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, naik dari 48,16 juta ton pada 2024.

Tahun Produksi CPO (juta ton) Ekspor (juta ton)
2024 48,16 29,53
2025 51,66 32,34

Lonjakan produksi 2025 tercatat sebesar 7,3 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara ekspor juga meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton.

Prospek dan tantangan ke depan

Pemerintah menilai B50 bukan hanya soal pemenuhan energi, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat rantai nilai sawit dalam negeri. Keberhasilan bergantung pada koordinasi lintas kementerian, ketersediaan pasokan TBS, dan kesiapan industri pengolahan domestik.

Dengan dukungan kebijakan dan peningkatan produktivitas, program B50 diharapkan memperkuat ketahanan energi berbasis pertanian sekaligus memberi manfaat ekonomi langsung bagi petani sawit.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait