Sekolah Rakyat Dongkrak Kepercayaan Diri Anak di Lombok Barat
Menteri Sosial Saifullah YusufSekolah Rakyat berhasil membangkitkan kepercayaan diri dan disiplin siswa setelah satu tahun pelaksanaan. Pernyataan itu disampaikan saat Open House di Sentra Paramita Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat 10 Juli 2026.
Perubahan nyata setelah satu tahun
Mensos menyebut banyak siswa menunjukkan perubahan perilaku dan aspirasi. Mereka kini lebih berani bermimpi dan tampil di depan umum, padahal sebelumnya terhambat kondisi ekonomi keluarga.
"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya,"
Program rintisan Sekolah Rakyat mulai dibuka Juli 2025 dan mengikuti model intervensi pendidikan terfokus untuk keluarga rentan.
Mekanisme penerimaan dan sasaran
Menurut Mensos, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Pemerintah menjangkau calon siswa melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan,"
Program ditujukan khusus bagi keluarga pada desil satu dan dua DTSEN, yaitu kelompok dengan kondisi sosial-ekonomi paling rendah dan prioritas pengentasan kemiskinan.
Kisah siswa: dari pemalu jadi juara nasional
Salah satu bukti perubahan adalah Novatul Alratia, siswa SRMP 18 Lombok Barat. Mensos menceritakan Novatul yang dulu pendiam kini meraih prestasi nasional di cabang pencak silat.
"Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional,"
Novatul mengaku bercita-cita menjadi polisi wanita dan menyukai pelajaran Bahasa Indonesia. Ibunya menyatakan perubahan sikap yang jelas: lebih disiplin, rajin membantu, dan percaya diri.
Perubahan serupa dialami Haikal Abdul Majid. Ia kini lebih aktif, dipercaya menjadi imam sekolah, dan bercita-cita menjadi psikolog. Haikal menyebut mendapat teman dan guru yang baik serta fasilitas makan gratis di sekolah.
Tujuan program dan pesan Mensos
Mensos menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini terkendala ekonomi.
"Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan,"
Di akhir acara Mensos mengingatkan siswa tetap menghormati orang tua dan guru, terlepas dari pekerjaan dan kondisi ekonomi keluarga. Sekolah Rakyat ditargetkan melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan berkemampuan menjadi pemimpin masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkomdigi Kukuhkan 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029
Menkomdigi Meutya Hafidz mengukuhkan sembilan anggota KPI Pusat periode 2026–2029 di Jakarta, Rabu 26 Agustu...
Sektor Ritel Serap Jutaan Pekerja dan Dorong Konsumsi
Sektor ritel menyerap jutaan tenaga kerja dan mendorong konsumsi; kontribusi 53,32% terhadap PDB, pertumbuha...
BPBD Ende Distribusikan 12.300 Paket Sembako untuk Korban Gempa
BPBD Ende menyalurkan 12.300 paket sembako kepada korban gempa, melebihi 7.590 keluarga terdampak per 25 Agu...
Gus Yahya Silaturahmi ke Kiai Kafa, Bahas Masa Depan NU
KH Yahya Cholil Staquf bersilaturahmi ke Kiai Kafa di Lirboyo (26/8/2026) untuk membahas peran pesantren men...
BPBD Ende Mulai Trauma Healing dan Bantuan Rumah Pascagempa
BPBD Ende mulai jalankan trauma healing dan bantuan perbaikan rumah untuk ibu-anak korban gempa, serta dukun...
Prabowo Sapa Warga Terdampak Gempa NTT dari Atas Maung
Presiden Prabowo Subianto menyapa warga terdampak gempa NTT di Nagekeo pada 26 Agustus 2026, usai memimpin r...