KKI 2026 Dorong Kebangkitan UMKM dengan Semangat 'Beudaya MeusareSare'
Bank Indonesia membuka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta Convention Center, Kamis, 20 Agustus 2026, untuk mendorong kebangkitan UMKM terdampak bencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur dengan tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing".
Tema dan tujuan acara
KKI 2026 mengangkat semangat "Beudaya MeusareSare" dari Aceh, yang bermakna berdaya bersama-sama. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah dan mitra strategis untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan digitalisasi bagi UMKM.
"Kita mengangkat semangat 'Beudaya MeusareSare' dari Aceh yang artinya Berdaya Bersama-Sama,"
Strategi Bank Indonesia untuk UMKM
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyatakan ada tiga strategi utama. Pertama, mendorong pertumbuhan inklusif yang terintegrasi dan kompetitif. Kedua, memperluas akses pembiayaan inklusif yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.
"Karena dalam KKI banyak bisnis matching dengan buyer dari dalam dan luar negeri untuk memperluas pasar,"
Ketiga, BI mempercepat digitalisasi UMKM melalui sistem pembayaran QRIS. Selain itu, pada 17 Agustus BI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia dan memperluas kebijakan MDR QRIS nol persen untuk memperkuat ekosistem pembayaran.
Partisipasi dan cakupan pameran
KKI 2026 diselenggarakan luring dan daring. Secara luring menampilkan 550 UMKM, sementara platform daring menampung 1.300 UMKM dari seluruh Indonesia. Angka ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025, yang mencatat 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring.
Pameran memamerkan produk hasil kurasi, antara lain wastra, busana ready-to-wear, aksesori, home decor, kopi, makanan olahan, minuman, serta atraksi desa wisata.
Platform daring resmi dapat diakses melalui www.karyakreatifindonesia.co.id.
Prinsip keberlanjutan dan KKI Bijak
KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan, termasuk penerapan prinsip keberlanjutan lewat program KKI Bijak dan pengembangan zona hijau. Program ini menerapkan double zero: zero emisi dan zero waste to landfill.
"Kenapa disebut double zero? pertama, seluruh emisi yang dihasilkan KKI tahun ini di-set up. Yaitu dengan penanaman pohon dan pembelian karbon kredit,"
Direktur DEIH BI, Kurniawan Agung, menambahkan bahwa sampah plastik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sementara sampah organik diproses menjadi pupuk.
Desa wisata sebagai nilai tambah
Salah satu kebaruan adalah penampilan desa wisata bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Desa-desa ditampilkan sebagai destinasi untuk membantu peningkatan ekonomi lokal dan menarik investasi pariwisata skala kecil.
Dengan sinergi 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis, KKI 2026 diposisikan sebagai upaya terpadu memperkuat ketahanan dan daya saing UMKM nasional ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.