Ekonomi

PLN Perkuat Pasokan Listrik untuk MRT Jakarta Fase 2A

Bagikan:
Gardu listrik PLN siap mendukung operasional MRT Jakarta Fase 2A

PT PLN memperkuat pasokan listrik untuk operasional MRT Jakarta Fase 2A. Dukungan daya disalurkan dari Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear (GIS) Menteng. Pengumuman ini tercantum dalam laporan resmi pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dukungan gardu dan kapasitas listrik

Penyiapan dua gardu baru melengkapi sistem yang sudah ada, yaitu Gardu Induk Pondok Indah dan wilayah CSW. Secara keseluruhan, sistem menggunakan tegangan tinggi 150 kilovolt yang diturunkan menjadi 20 kilovolt untuk operasional stasiun dan fasilitas pendukung.

PLN menyiapkan empat gardu listrik untuk menopang jalur utara–selatan yang akan melayani total 20 stasiun. Fasilitas ini penting terutama untuk segmen yang berada di bawah tanah.

Pentingnya pasokan untuk operasional bawah tanah

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menekankan peran pasokan listrik bagi keseluruhan ekosistem MRT. Fase 2A memiliki tujuh stasiun dengan kedalaman jalur bawah tanah hingga 28 meter.

Pasokan listrik merupakan salah satu faktor fundamental bagi operasional MRT Jakarta. Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift. Terlebih pada Fase 2A yang seluruh jalurnya berada di bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna.

Rendy juga menilai dukungan kelistrikan sebagai hasil kolaborasi jangka panjang antara BUMN dan BUMD. Ia menyatakan bahwa dukungan ini melanjutkan sinergi yang telah berjalan sejak pengoperasian Fase 1 tujuh tahun lalu.

Sejak Fase 1 lintas utara–selatan beroperasi tujuh tahun lalu, PLN terus mendukung kami dengan pasokan listrik yang baik. Menjelang operasional Fase 2A, kami melihat dukungan ini bukan sekadar kerja sama penyediaan listrik, tetapi kolaborasi antara BUMD dan BUMN untuk menghadirkan infrastruktur transportasi publik Jakarta yang mampu bersaing, bahkan lebih baik, dengan sistem metro di negara lain.

Komitmen PLN dan jadwal operasional

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan kesiapan pasokan dan infrastruktur. Penyiapan jaringan diarahkan untuk mendukung pemanfaatan segmen Monas pada akhir 2027.

PLN siap mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A melalui pasokan listrik yang andal dan infrastruktur kelistrikan yang memadai. Kehadiran MRT bukan hanya memperkuat konektivitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi publik berbasis listrik yang modern dan berkelanjutan di Jakarta.

Andy menambahkan bahwa sinergi kedua badan usaha bertujuan meningkatkan mutu layanan publik. Penguatan sistem penunjang energi ditujukan untuk menjamin kenyamanan, keselamatan, dan keandalan layanan bagi pengguna MRT.

Implikasi dan langkah selanjutnya

Dengan penambahan gardu dan kesiapan jaringan, MRT Jakarta Fase 2A diharapkan dapat beroperasi dengan standar keselamatan dan kenyamanan tinggi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur transportasi publik menuju target kota global 2030.

Ke depan, fokus akan tertuju pada penyelesaian pekerjaan stasiun, pengujian sistem kelistrikan, dan integrasi operasional sebelum penjadwalan komersial segmen Monas pada akhir 2027.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait