Menkomdigi Minta KIP Jaga Kepercayaan Publik dan Keterbukaan
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meminta Komisi Informasi Pusat (KIP) menjaga kepercayaan publik dengan mengawal keterbukaan informasi yang tepat dan bertanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan komisioner KIP periode 2026-2030, Jumat, 21 Agustus 2026, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta. Permintaan ini bertujuan mendukung agenda pemerintahan terbuka Presiden Prabowo Subianto.
Peran KIP dalam keterbukaan informasi
Meutya menilai KIP kini semakin dikenal publik dan berperan sebagai sarana utama akses informasi. Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat pada program publik dan kebutuhan akan transparansi. Dengan peran tersebut, KIP diharapkan menjadi pengawal utama agar informasi publik tersedia secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Itu indikator yang baik. Artinya masyarakat semakin tahu peran KIP. Masyarakat punya keingintahuan yang besar terhadap program-program publik dan menuntut adanya keterbukaan
Tantangan prioritas informasi
Meski mengalami kemajuan, Menkomdigi mengingatkan ada tantangan yang harus dihadapi KIP. Salah satunya adalah memilah dan memprioritaskan kebutuhan informasi yang masuk dari publik. Volume permintaan informasi dinilai besar, sehingga perlu mekanisme seleksi yang jelas agar sumber daya digunakan efektif.
Saya yakin banyak sekali kebutuhan informasi yang datang dari masyarakat. KIP perlu menilai mana yang betul-betul dibutuhkan oleh publik
Jaga akurasi dan kepercayaan
Meutya juga menggarisbawahi pentingnya memastikan akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Ia meminta KIP meningkatkan kualitas verifikasi dan penyajian informasi untuk menjaga reputasi lembaga. Langkah tersebut dianggap krusial agar kepercayaan publik dan antar-lembaga tetap solid.
Saya minta agar dijaga betul kepercayaan, baik dari masyarakat maupun lembaga-lembaga, terhadap KIP sebagai komisi yang ditugaskan oleh undang-undang untuk terus mengawal serta mengukur keterbukaan informasi publik di Tanah Air
Implikasi bagi pemerintahan terbuka
Permintaan Menkomdigi kepada KIP menjadi bagian dari upaya lebih luas mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Ke depan, peningkatan kapabilitas KIP dalam menilai kebutuhan informasi dan memperkuat mekanisme verifikasi akan menentukan efektivitas keterbukaan. Jika terlaksana, langkah ini berpotensi memperkuat akuntabilitas publik dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...