Nasional

Ragunan Jadi Pusat Hari Konservasi Alam Nasional 2026

Bagikan:
Pengunjung berolahraga di Taman Margasatwa Ragunan saat persiapan fun run

Taman Margasatwa Ragunan ditetapkan sebagai lokasi puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kementerian Kehutanan menggelar rangkaian kegiatan sejak 20 Agustus 2026, dan menutup acara dengan fun run untuk mempromosikan pelestarian lingkungan.

Puncak acara dan program

Rangkaian peringatan dimulai di kawasan terbuka hijau Ragunan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Puncaknya berlangsung Minggu sore dengan lomba lari santai beregu yang diinisiasi oleh penyelenggara, termasuk kegiatan dari Kementerian Kehutanan.

“Puncak acara besok hari Minggu akan ada fun run dari tim mereka yang mengadakan. Dari kementerian akan mengadakan fun run,” ujar Wahyudi Bambang.

Persiapan teknis dan fasilitas

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menjelaskan kesiapan lokasi kepada publik sehari sebelum acara. Pengelola telah menyiapkan sarana penunjang olahraga luar ruang seperti jalur lari, area bersepeda, dan fasilitas pendukung bagi pengunjung.

Area konservasi dipantau sejak pagi hari karena kunjungan pengunjung yang memanfaatkannya untuk aktivitas fisik rutin. Menurut Wahyudi, aktivitas olahraga di kawasan ini menunjukkan tren meningkat.

“Wisata sport sudah mulai menjadi satu tren masyarakat. Pagi-pagi kita buka jam 6 pagi, sudah ada,” ujar Wahyudi Bambang.

Partisipasi publik dan pendaftaran

Panitia mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut meramaikan fun run dan kegiatan lain pada puncak peringatan. Informasi pendaftaran peserta tersedia melalui kanal resmi yang telah disediakan panitia.

Pengunjung yang menggunakan sarana olahraga tidak dikenai biaya tambahan selain tiket retribusi masuk kawasan Taman Margasatwa Ragunan. Kebijakan ini dimaksudkan agar acara lebih mudah diakses oleh publik.

Makna peringatan dan prospek ke depan

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan. Pemilihan Ragunan sebagai lokasi utama dilandasi kapasitas ruang terbuka hijau yang luas dan penggunaan fasilitas yang sudah dikenal masyarakat.

Dengan tingginya antusiasme olahraga di ruang terbuka, penyelenggara berharap kegiatan seperti fun run dapat menjadi media edukasi lingkungan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam program konservasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait