Kogamti Ajak Generasi Muda Refleksikan Makna Kemerdekaan
Komite Generasi Muda Timur Indonesia (Kogamti) mengajak generasi muda merefleksikan makna kemerdekaan ke-81 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Manggarai, Jakarta Selatan. Acara bertajuk Sudah Sejauh Mana Kita Berdaulat? digelar untuk menilai perkembangan demokrasi dan sejauh mana kedaulatan rakyat terasa dalam kehidupan berbangsa.
Kerangka refleksi: lebih dari sekadar bebas dari penjajahan
Dalam Bincang Publik Forum Kebangsaan, Ketua Umum Kogamti Afandi Somar menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan. Ia mengajak generasi muda melihat kemerdekaan dari sudut apakah rakyat benar-benar merasa sebagai pemilik kedaulatan.
Demokrasi membutuhkan generasi yang berani berpikir, kedaulatan membutuhkan generasi yang berani bertanya. Generasi muda perlu berani mengoreksi kekuasaan ketika kebijakan mulai menjauh dari kepentingan rakyat,
Afandi juga menekankan bahwa mempertanyakan tingkat kedaulatan bukanlah upaya mencari jawaban final, melainkan bagian dari proses penjagaan kualitas demokrasi.
Demokrasi butuh pengawasan publik
Peneliti Senior PPSDM UIN Jakarta, Zaki Mubarak, memberi perspektif lain. Menurutnya, indikator demokrasi tidak cukup diukur dari frekuensi pemilu saja. Yang menentukan kualitas demokrasi adalah kemampuan masyarakat sipil mengawasi dan menahan penyalahgunaan kekuasaan.
Jangan ukur demokrasi hanya dari seberapa sering rakyat memilih, tetapi dari seberapa kuat rakyat mampu mengawasi kekuasaan. Rakyat merupakan pemilik mandat yang memberikan kewenangan kepada para pemegang kekuasaan,
Dengan kata lain, partisipasi publik dan pengawasan aktif perlu menjadi ukuran utama dalam menilai kematangan demokrasi.
Supremasi hukum sebagai fondasi kedaulatan
Pakar hukum dan pemerhati demokrasi Alfred Fabika menyoroti peran supremasi hukum. Ia mengingatkan bahwa penegakan hukum yang adil dan independen adalah kunci agar kedaulatan rakyat tidak tergerus oleh kepentingan kekuasaan.
Ketika hukum mengikuti kehendak kekuasaan, persoalan yang muncul tidak hanya menyangkut keadilan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam kehidupan demokrasi,
Alfred mengingatkan agar rancangan dan praktik penegakan hukum selalu berpijak pada prinsip keadilan dan non-diskriminasi.
Peran generasi muda dan langkah ke depan
Komposisi pandangan dalam forum menempatkan generasi muda sebagai elemen penting untuk menjaga kualitas demokrasi. Forum menyoroti tiga pilar: partisipasi publik, keberanian mengawasi kekuasaan, dan kepatuhan terhadap prinsip hukum.
Kogamti berharap momentum 81 tahun kemerdekaan menjadi ruang refleksi bersama. Tujuannya agar kemerdekaan tidak hanya dihargai sebagai perjalanan sejarah, tetapi juga dijadikan pijakan memperkuat kedaulatan rakyat dan kualitas demokrasi ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...