Bapanas Salurkan 1,65 Juta Ton CBP Antisipasi El Nino
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan 1,65 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 21 Agustus 2026 untuk menahan kenaikan harga saat El Nino dan puncak musim kemarau. Langkah ini diumumkan Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Realisasi penyaluran dan tujuan
Bapanas menyatakan realisasi distribusi CBP itu ditujukan untuk mengendalikan harga beras di berbagai daerah. Ketut berharap penyaluran ini dapat menahan laju kenaikan harga saat pasokan terpengaruh El Nino.
"Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga,"
Menurut Ketut, fluktuasi harga masih tergolong terkendali meski El Nino mulai terasa pada Juli–Agustus bertepatan puncak kemarau.
Perbandingan tahun ke tahun
Bapanas menjelaskan penyaluran CBP hingga 21 Agustus 2026 meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya. Realisasi tahun ini naik 20,43 persen dibandingkan Januari–Agustus 2023, dan melonjak 161,49 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Jumlah stok CBP yang dikelola Perum Bulog per 21 Agustus 2026 tercatat 5,17 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding stok Agustus 2023 yang hanya 1,32 juta ton.
Rincian penyaluran Januari–Agustus 2026
Penyaluran CBP sepanjang Januari hingga Agustus 2026 terdiri dari sejumlah program dan bantuan. Rinciannya sebagai berikut:
- Penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Januari–Februari: 221,05 ribu ton.
- Realisasi SPHP Maret–Agustus: 678,12 ribu ton.
- Bantuan pangan tahap pertama: 662,86 ribu ton.
- Bantuan pangan tahap kedua (mulai berjalan): 32,25 ribu ton.
- Bantuan bencana dan keadaan darurat: 11,39 ribu ton.
- Penggunaan untuk golongan anggaran: 53,68 ribu ton.
Ketut menegaskan seluruh intervensi perberasan yang dilakukan Perum Bulog ditanggung penuh oleh pemerintah.
"Ini karena sekali lagi semua yang dilakukan dalam SPHP, pengeluarannya diganti oleh pemerintah,"
Strategi pengendalian harga
Selain mempercepat penyaluran SPHP ke pasar, Bulog juga memberikan bantuan pangan selama tiga bulan: Juli, Agustus, dan September. Tujuannya menjaga Indeks Perkembangan Harga (IPH) agar tetap terkendali dan melindungi daya beli masyarakat.
Ketut menyatakan pemerintah lebih siap menghadapi El Nino 2026 dibanding pengalaman lonjakan inflasi beras pada 2023 dan 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi beras pernah mencapai 5,61 persen pada September 2023 dan 5,32 persen pada Februari 2024.
Prospek dan implikasi
Dengan stok CBP dan penyaluran yang meningkat, pemerintah berharap intervensi dapat meredam tekanan harga saat musim kemarau. Langkah ini sekaligus memberi bantalan ekonomi bagi kelompok yang membutuhkan.
Pemantauan pasokan dan harga akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas hingga kondisi musim kemarau dan dinamika El Nino mereda.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Forum Ulama Serukan Tolak Politik Uang Jelang Muktamar NU
Forum Ulama Nahdliyyin menyerukan penolakan politik uang dan suap menjelang Muktamar ke-35 NU untuk menjaga...
PU Turunkan Satgas dan Pompa, 3 Hektare Terbakar di Banjar
Kementerian PU turunkan Satgas dan peralatan untuk atasi karhutla di Banjar; sekitar tiga hektare terdampak...
Fadli Zon Apresiasi Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi pengukuhan 10.000 guru Al-Qur'an di Masjid Istiqlal saat pembukaa...
BPS: Masyarakat Bisa Ajukan Pembaruan Data DTSEN
BPS membuka jalur pengajuan pembaruan data DTSEN; perubahan desil berlaku setelah verifikasi dan perhitungan...
PELNI Buka Pengangkutan Gratis Bantuan Gempa Flores
PELNI Cabang Kupang buka pengangkutan gratis untuk bantuan korban gempa Flores; pengiriman dilayani nasional...
Pemerintah Tambah 1.500 TNI Perkuat Penanganan Karhutla Kalbar
Pemerintah kerahkan 1.500 TNI, enam helikopter, dan tingkatkan OMC untuk mempercepat penanganan karhutla di...