Nasional

Forum Ulama Serukan Tolak Politik Uang Jelang Muktamar NU

Bagikan:
Forum Ulama Nahdliyyin menyerukan penolakan politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN)Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan tujuan menjaga otoritas moral organisasi.

Seruan tolak politik uang

Ketua FUN, KH Mujib Qulyubi, menegaskan halaqah bertujuan menyatukan komitmen pengurus syuriyah, tanfidziyah, dan para pengasuh pesantren agar Muktamar NU menegaskan otoritas moral dan keteladanan.

Tujuan utama sistem AHWA ini untuk menghindari politik uang, sekarang yang terjadi sebaliknya. Karena ada indikasi pelanggaran terhadap pedoman penyampaian usulan nama calon AHWA yang telah diterbitkan PBNU

Kekhawatiran terhadap mekanisme AHWA

Mujib menyoroti dugaan praktik paket calon dari pihak luar yang mengganggu mekanisme pemilihan AHWA. Ia meminta semua pihak menjaga tata mekanisme agar tetap sesuai tujuan pembentukan sistem itu: menghadirkan ulama berkapasitas ilmiah dan bermartabat.

Imbauan untuk calon dan pengurus

Dalam forum yang sama, KH Adnan Anwar meminta agar calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU memahami dinamika geopolitik serta tantangan umat Islam dan bangsa. Sementara Penasehat LBM PWNU Jakarta, KH Mukti Ali Qusyairi, menekankan agar kapasitas keilmuan menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan anggota AHWA.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, KH Abdul Manan Ghoni, menyerukan penolakan tegas terhadap suap oleh pengurus PWNU dan PCNU.

Menerima suap itu adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak seharusnya dinormalisasi oleh para muktamirin

Seruan menjaga kehormatan organisasi

FUN juga mendorong seluruh elemen NU—khususnya para kiai, pengurus di berbagai tingkatan, dan warga Nahdliyin—untuk menolak komersialisasi suara dan menjaga kehormatan organisasi. Halaqah mengajak muktamirin memperkuat niat berorganisasi dengan menempatkan NU sebagai wadah khidmah, bukan sarana keuntungan finansial.

  • Menolak politik uang dan segala bentuk suap dalam proses Muktamar.
  • Memulihkan mekanisme AHWA pada tujuan awal: kapasitas ilmiah dan keteladanan ulama.
  • Mendorong transparansi dan martabat dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Harapan menjelang Muktamar ke-35

FUN berharap Muktamar ke-35 menjadi momentum pemulihan marwah organisasi dan memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung secara bermartabat dan transparan. Penyelenggaraan yang bersih dinilai penting untuk menjaga legitimasi kepemimpinan NU ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait