Nasional

PMI Kirim 33.947 Item Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Bagikan:

Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan 33.947 item bantuan logistik melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Labuan Bajo pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Pengiriman ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, terutama selama masa tanggap darurat dan tinggal di pengungsian.

Rincian pengiriman dan tujuan

Bantuan yang dikirim mencakup sandang, perlengkapan ibadah, hunian darurat, penerangan, perlengkapan rumah tangga, serta paket untuk kelompok rentan. Logistik diberangkatkan dari Terminal Domestik IPCC dengan prioritas pemenuhan kebutuhan darurat di lapangan.

Distribusi ke tujuh kabupaten

PMI merencanakan penyaluran bantuan secara bertahap ke tujuh kabupaten di Flores berdasarkan asesmen lapangan dan prioritas kebutuhan masyarakat. Kabupaten tujuan antara lain:

  • Manggarai Barat
  • Manggarai Timur
  • Manggarai
  • Nagekeo
  • Ende
  • Sikka
  • Ngada

Kolaborasi dan proses penyaluran

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan pentingnya kerja sama antar-pihak dalam penanganan bencana. Menurutnya, koordinasi diperlukan agar bantuan bisa terkumpul, dikirim, dan sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

"Penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi sangat diperlukan agar bantuan dapat terkumpul, dikirimkan, dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Jusuf Kalla saat meninjau pemuatan bantuan di Cilincing, Jakarta Utara.

Penyaluran akan mengikuti hasil asesmen PMI di setiap wilayah terdampak, sehingga alokasi barang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan kelompok rentan.

Dukungan IPCC dan percepatan distribusi

Proses pemuatan bantuan mendapat dukungan fasilitas dermaga dan layanan operasional dari PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Dukungan ini dimaksudkan untuk memastikan kelancaran pengapalan logistik.

"IPCC menyambut baik kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini," kata Plt. Direktur Utama IPCC, Bagus Dwipoyono.

Selain barang milik PMI, kapal yang diberangkatkan juga memuat bantuan dari beberapa lembaga lain. Kolaborasi antarlembaga diharapkan mempercepat distribusi bantuan ke NTT.

Pada tahap berikutnya PMI akan memantau distribusi di lapangan dan menyesuaikan pengiriman berikutnya sesuai kebutuhan yang berkembang. Pemantauan dan koordinasi lintas-pihak tetap menjadi fokus agar bantuan tepat sasaran dan mampu meringankan dampak gempa bagi warga Flores.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait