Nasional

Menko Pangan Dorong Perbaikan Irigasi Banyuwangi

Bagikan:
Menko Pangan berdialog dengan petani Banyuwangi soal perbaikan irigasi

Menko Pangan Zulkifli Hasan mendorong perbaikan jaringan irigasi di Banyuwangi untuk menjaga produktivitas pertanian. Pernyataan itu disampaikan saat dialog dengan petani pada Kamis, 20 Agustus 2026, diikuti 715 pengurus dan petugas irigasi dari enam kecamatan.

Dialog dengan petani dan cakupan wilayah irigasi

Peserta dialog tergabung dalam kelembagaan IHIPPA, GHIPPA, HIPPA, serta kepala blok dan subblok irigasi se-Daerah Irigasi Baru. Daerah tersebut membentang sekitar 16 ribu hektare sawah dengan potensi produksi sekitar 200 ribu ton padi per tahun.

Masalah pengairan yang disampaikan petani

Para petani mengeluhkan pendangkalan sungai dan saluran yang menghambat distribusi air. Di wilayah Ringin Agung, jaringan pengairan melayani sekitar 645 hektare, namun debit air belum optimal untuk memenuhi kebutuhan tanam dan panen.

Mereka mengusulkan normalisasi saluran dan pengerukan sedimentasi. Selain itu, petani meminta dukungan sarana pengairan seperti akses listrik ke embung dan jalur air darurat.

Tindak lanjut dan permintaan ke pemerintah daerah

Menko Pangan meminta pemerintah daerah menyampaikan persoalan tersebut melalui mekanisme resmi. Usulan juga diminta ditembuskan kepada dirinya agar dapat ikut mengawal penyelesaiannya.

"Kalau ada masalah dan keluhan masyarakat, sampaikan melalui pemerintah daerah setempat dan ditembuskan kepada saya, supaya bisa kita kawal,"

Zulkifli menyebut tim terkait sudah melakukan survei lapangan. Pemerintah berencana mendorong tindak lanjut perbaikan jaringan bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

Skema pelaksanaan dan penguatan kelembagaan

Petani mengusulkan pembangunan serta perbaikan infrastruktur dilakukan melalui mekanisme swakelola. Pelaksanaan dapat melibatkan kelembagaan masyarakat dan petani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan melalui Koperasi Desa Merah Putih, yang ditargetkan mulai beroperasi pada September untuk membantu kebutuhan usaha tani dan pemasaran hasil.

Harga gabah, pupuk, dan fasilitas pendukung

Selain persoalan irigasi, petani menyampaikan kondisi harga gabah dan ketersediaan pupuk. Menko Pangan menyatakan kondisi pupuk sudah membaik dari sisi harga dan distribusi.

"Pupuk sudah bagus, harganya lancar. Mereka juga menyampaikan harga gabah bagus, bahkan panen yang lalu sampai Rp7.000 lebih,"

Pemerintah juga berharap fasilitas seperti cold storage dapat membantu menjaga kualitas panen dan meningkatkan nilai jual.

Bantuan dan peran infrastruktur lama

Sebagai bagian dukungan, Kemenko Pangan menyerahkan 700 paket bantuan pangan berisi beras dari Bulog kepada masyarakat Banyuwangi. Infrastruktur penting lain adalah Bendungan Karangdoro, yang dibangun sejak 1925 dan masih mendukung pengairan pertanian hingga kini.

Pemerintah menegaskan akan memperkuat sinergi dengan petani untuk menjaga ketersediaan pupuk, ketersediaan air, perbaikan infrastruktur, dan akses pasar demi mendukung ketahanan pangan dan swasembada nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait