Pemilik Suara: Pilih Ketua PWI Sumut Berdasar Integritas
PADANGSIDIMPUAN — Pemilik suara konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara menegaskan pemilihan Ketua PWI Sumut pada November 2026 harus didasarkan pada integritas, kompetensi, rekam jejak, dan visi kepemimpinan, bukan popularitas, tekanan, atau kepentingan kelompok.
Kriteria utama calon ketua
Pemilik suara menilai calon ketua harus memiliki rekam jejak jurnalistik dan pengalaman organisasi yang jelas. Mereka juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan kemampuan menjaga marwah organisasi serta profesi wartawan.
“Suara kami bukan barang dagangan. Pilihan harus berdasarkan rekam jejak, integritas, kompetensi, visi, keberanian dan kemampuan nyata calon dalam membangun organisasi,”
— Kodir Pohan, Ketua PWI Tabagsel
Selain kompetensi jurnalistik, pemilik suara menginginkan calon yang memahami perkembangan pers dan media digital. Pengalaman organisasi yang memadai dianggap perlu agar PWI Sumut siap menghadapi perubahan dan tantangan profesi wartawan.
Independensi dan penegakan etika
Independensi menjadi poin penting. Menurut pemilik suara, Ketua PWI Sumut tidak boleh mudah dipengaruhi kepentingan politik, kekuasaan, atau bisnis. Posisi itu harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan wartawan dan kemerdekaan pers sambil berpegang pada hukum serta etika jurnalistik.
Kemampuan organisasi dan tata kelola
Dari sisi organisasi, calon ketua dinilai harus memiliki kemampuan manajerial, jaringan luas, serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Pengelolaan keuangan, administrasi tertib, serta perumusan program dan kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Program kerja yang diharapkan
Pemilik suara berharap ketua terpilih membawa program nyata untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan wartawan. Fokus program yang disebut antara lain:
- Pendidikan jurnalistik dan pelatihan bidang digital,
- Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW),
- Perlindungan hukum bagi wartawan,
- Peningkatan kapasitas dan penguatan ekonomi anggota.
Mereka menekankan bahwa PWI Sumut membutuhkan pemimpin yang bersifat pemersatu, pejuang kemerdekaan pers, dan pelayan anggota — bukan figur yang mencari kepentingan pribadi atau kelompok.
Penutup: harapan menjelang konferensi
Pemilik suara menyatakan akan menggunakan hak suara secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kapasitas dan rekam jejak masing-masing calon. Harapannya, konferensi PWI Sumut menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat organisasi, menjaga kemerdekaan pers, dan meningkatkan profesionalisme wartawan di wilayah tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kementan Alokasikan Alsintan Tahap IV untuk Petani Aceh Utara
Kementan alokasikan Alsintan Tahap IV untuk Aceh Utara; traktor, pompa, dan rice transplanter diserahkan den...
Kejari Aceh Selatan Musnahkan 33 Barang Bukti, Termasuk 64,38 gr Sabu
Kejari Aceh Selatan memusnahkan barang bukti 33 perkara pada 16 Oktober 2026, termasuk 64,38 gram sabu untuk...
PMI Langsa Bagikan 1.000 Masker Gratis Antisipasi Kabut Asap
PMI Kota Langsa membagikan seribuan masker gratis di Tribun Lapangan Merdeka untuk mengurangi paparan kabut...
Korupsi BNPB: Prof Muzakkir Desak Evaluasi Menyeluruh
Prof Muzakkir minta evaluasi dan penegakan hukum setelah OTT terkait dugaan korupsi dana penanggulangan benc...
MAA Kota Langsa Perkuat Hukum Adat di Alue Pineung Timue
MAA Kota Langsa bertemu warga Alue Pineung Timue pada 15 Oktober untuk memperkuat peran hukum adat dalam pen...
Pemkab Aceh Utara Keluarkan Imbauan Waspada Kabut Asap
Pemkab Aceh Utara mengimbau warga waspada kabut asap, larang pembakaran dan sarankan penggunaan masker serta...