Lokal

Kementan Alokasikan Alsintan Tahap IV untuk Petani Aceh Utara

Bagikan:
Bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan rice transplanter untuk Aceh Utara

ACEH UTARA – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Prapanen menetapkan alokasi bantuan Alsintan Tahap IV bagi Kabupaten Aceh Utara untuk mendukung pemulihan dan modernisasi pertanian pasca banjir. Bantuan akan disalurkan langsung ke kelompok tani dengan pengawasan ketat dari Dinas Pertanian dan Pangan setempat.

Rincian jenis dan jumlah alat

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara yang diwakili Kabid Sarana dan Prasarana, Zulfikar ZA SST, menyebutkan bantuan mencakup beragam mesin modern untuk mempercepat pengolahan lahan dan masa tanam. Rinciannya meliputi:

  • Traktor Crawler: 3 unit
  • Pompa air: 4 unit
  • Traktor roda empat merek JAVATECH ERISON 50: 8 unit
  • Traktor merek ISEKI NT-548F: 2 unit
  • Rice Transplanter (Mesin Tanam Padi) merek MAXXI PFS48: 9 unit

Tujuan dan manfaat bagi petani

Dengan alokasi Alsintan Tahap IV ini, Dinas berharap efisiensi pengolahan lahan meningkat. Alat modern juga ditargetkan mempercepat masa tanam dan mendongkrak hasil panen. Dampak langsung diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

Pengawasan dan ketentuan penerima

Penyerahan alat akan dilakukan kepada kelompok tani. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara berkomitmen melakukan pengawalan dan pengawasan ketat selama proses penyaluran dan pemanfaatan.

"Apabila saudara menjual atau memindahtangankan segala risiko dan konsekwensi hukum menjadi tanggungjawab saudara selaku penerima bantuan,"

Imbauan resmi yang dikeluarkan Dinas menegaskan perangkat bantuan harus digunakan dan dirawat sesuai peruntukan. Selain larangan pemindahtanganan, penerima diwajibkan menjaga kondisi alat agar manfaatnya berkelanjutan.

"Lebih jauh disebutkan, himbauan ini sebagai bentuk pengawasan. Kepada para Babinsa kami minta agar dapat mengawasi Alsintan yg telah di terima oleh kelompok tani," ujar Zulfikar.

Ke depan

Pelaksanaan pengawasan dan koordinasi dengan Babinsa dianggap penting untuk mencegah penyalahgunaan alat. Jika berjalan baik, program ini berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian pasca bencana dan membantu percepatan pemulihan ekonomi di Aceh Utara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait