Lokal

Kerusuhan di PT Agrinas Labura: 50 Ton Sawit Dijarah, 3 Mess Terbakar

Bagikan:
Mobil petugas keamanan PT Agrinas dirusak massa di Labuhanbatu Utara

Pada Selasa, 16 Juni, terjadi penyerangan, perusakan, penjarahan, dan pembakaran di PT Agrinas Palma Nusantara Regional 1, Kebun eks PT Grahadura Leidong Prima, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Aksi dimulai setelah petugas keamanan mengamankan dua tersangka diduga pencurian Tandan Buah Segar (TBS), lalu berujung kekerasan massal, penjarahan truk berisi sawit, dan pembakaran fasilitas perusahaan.

Kronologi penyerangan

Humas PT Agrinas, Suhendri, menyampaikan bahwa petugas melakukan pengintaian terhadap aktivitas pencurian di Blok K33, K37 dan Blok 23. Dari sekitar delapan atau sembilan orang, dua orang berhasil diamankan dan dibawa ke kantor perusahaan untuk dimintai keterangan.

Saat kedua orang pelaku pencurian berada di kantor, sekitar delapan orang datang dengan membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan. Selanjutnya melakukan pengrusakan secara brutal di kantor dan fasilitas perusahaan.

Dalam insiden itu, kendaraan milik anggota TNI AD berinisial Serma BND dirusak. Menyusul ancaman terhadap keselamatan, Serma BND dan seorang purnawirawan berinisial BD meninggalkan lokasi menuju Mapolsek Kualuh Hulu. Dalam perjalanan, rombongan dikejar massa hingga ban mobil lepas akibat kerusakan.

Penjarahan aset dan muatan truk

Setelah beredarnya kabar bahwa seorang warga, Luis David Hutabarat (32), ditemukan meninggal di area Blok K33, situasi memanas dan massa mulai menjarah aset perusahaan. Perusahaan menyatakan belum ada kontak fisik antara petugas keamanan dan korban sebelum kabar meninggalnya diterima.

Adapun penjarahan meliputi truk pengangkut TBS dan fasilitas di kompleks perusahaan. Perusahaan melaporkan rincian sebagai berikut:

  • Lima truk dijarah, masing-masing muatan sekitar 10 ton, total sekitar 50 ton TBS.
  • Truk sempat dihentikan di Dusun Tapian Nauli 1 Kilang Mili dan dipaksa membongkar muatan.

Kerusakan dan pembakaran fasilitas

Perusahaan mencatat delapan titik fasilitas yang rusak setelah olah TKP, yaitu tiga mess, satu kantor, satu gudang peralatan, dan tiga rumah dinas. Selain itu, beberapa kendaraan bermotor terbakar atau hilang.

  • Motor terbakar: 7 unit (termasuk Honda Megapro, Kawasaki Klx, Honda CRF, Yamaha WR).
  • Motor hilang: 4 unit (termasuk Honda Verza, Yamaha Vixion, Kawasaki Klx, Honda Supra X).
  • Motor rusak karena penjarahan: 1 unit Honda Revo.

Sedikitnya tiga unit mess dibakar bersama barang elektronik dan dokumen di dalamnya.

Tanggapan perusahaan dan proses hukum

PT Agrinas menyatakan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian Luis David Hutabarat.

Kami menunggu hasil autopsi dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak berwajib. Kami berharap seluruh fakta dapat diungkap secara transparan oleh aparat penegak hukum, kata Suhendri.

Reaksi keluarga dan warga

Mertua korban, Ramlan Nainggolan, mengatakan belum mengetahui motif pasti. Ia menyebut menantunya baru pulang dari ladang dan diduga dihadang hingga mengalami kecelakaan dan penganiayaan.

Menantu saya ditabrak sepeda motor dan dicekik hingga meninggal dunia, satu rekan menantu saya juga turut mengalami penganiayaan, ujar Ramlan melalui pesan singkat.

Kepala Desa Sukarame Baru, Zaini, mengonfirmasi aksi massa yang marah dan melakukan penjarahan serta pembakaran. Ia menyatakan situasi berangsur kondusif setelah aparat dan pemerintah setempat turun menenangkan warga.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi aparat kepolisian mengenai hasil autopsi dan perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Mobil petugas keamanan PT Agrinas dirusak massa di Labuhanbatu Utara
Mobil petugas keamanan PT Agrinas dirusak massa saat penyerangan di Labuhanbatu Utara.
J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait