Aliansi Mahasiswa Demo di DPRD Sumut Tuntut 7 Perbaikan Publik
MEDAN — Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (18/6). Aksi itu menuntut tujuh poin kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, antara lain soal harga bahan pokok, BBM, serta kesejahteraan tenaga pendidik.
Isi tuntutan dan penyerahan aspirasi
Melalui surat aspirasi yang diserahkan ke DPRD Sumut, mahasiswa menyatakan aksi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan komitmen pada nilai keadilan, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Mereka meminta DPRD meneruskan tuntutan ke pemerintah pusat dan mengawal realisasinya.
Tujuh tuntutan utama yang disuarakan meliputi:
- Penurunan harga bahan pokok dan BBM yang dianggap memberatkan masyarakat.
- Evaluasi menyeluruh terhadap PLN pasca-blackout yang mengganggu aktivitas warga.
- Jaminan kesejahteraan bagi seluruh tenaga pendidik, termasuk guru honorer, guru swasta, dan pengajar di daerah terpencil.
- Penghentian praktik militerisme di ranah sipil dan evaluasi keterlibatan unsur militer dalam sektor sipil.
- Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penghentian pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Pengentasan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan prioritas anggaran untuk kebutuhan masyarakat.
- Transparansi Lembaga Danantara dalam pengelolaan aset dan investasi negara.
Kutipan koordinator aksi
“Demokrasi yang sehat menuntut adanya ruang dialog antara masyarakat dan lembaga perwakilan rakyat. Aspirasi yang disampaikan secara argumentatif merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas pemerintahan dan memastikan setiap kebijakan benar-benar mencerminkan kepentingan masyarakat,” ujar Koordinator Aksi Dicky Wahyu Harahap.
Tuntutan tambahan dan harapan
Mahasiswa juga meminta Presiden RI mempercepat realisasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 agar manfaat kebijakan dapat segera dirasakan publik. Mereka mendesak DPRD Sumut untuk aktif meneruskan aspirasi dan mengawal implementasi kebijakan tersebut.
Peserta aksi dan prospek
Aksi bertajuk “Indonesia Arahnya ke Mana?” diikuti organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti BEM Dharmawangsa, HMI UMSU, PKPMI Unimed, BEM IBK Indonesia, serta perwakilan kampus lain di Medan. Massa menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Aspirasi yang disampaikan kini menunggu tindak lanjut dari DPRD dan respons pemerintah pusat, sementara mahasiswa berjanji melanjutkan pengawasan hingga tuntutan mereka mendapat jawaban konkrit.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...