Curacao di Piala Dunia 2026 Jadi Inspirasi untuk Indonesia
Curacao yang lolos ke Piala Dunia 2026 jadi inspirasi bagi Indonesia, menurut pengamat sepak bola Alief Syachviar. Keberhasilan negara Karibia berpenduduk sekitar 160 ribu itu mencapai putaran final menarik perhatian karena mereka menembus turnamen 48 tim meski populasinya kecil. Pernyataan itu disampaikan Alief pada Kamis, 18 Juni 2026, terkait perjalanan Curacao dan kondisi sepak bola nasional.
Perjalanan Curacao di Piala Dunia
Curacao mencatat sejarah dengan tampil pada edisi pertama Piala Dunia yang diikuti 48 negara. Pada laga perdana Grup A, mereka menghadapi Jerman di Stadion Mexico City. Meski akhirnya kalah 1-7, Curacao sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menunjukkan daya juang yang patut dicatat.
Pelajaran untuk Indonesia
Alief menilai keberhasilan Curacao menegaskan bahwa jumlah penduduk bukan penentu utama prestasi. Menurutnya, konsistensi pembangunan dan kebijakan yang tepat lebih krusial untuk mengangkat level tim nasional.
"Curocao negara kecil yang berpenduduk 160 ribu ini berhasil lolos ke Piala Dunia. Kalau saja pelatih Shin Tae Yong tidak diganti, kita bisa menyaksikan Timnas Indonesia main di Piala Dunia 2026,"
Ia menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal yang jauh lebih besar. Negara ini memiliki lebih dari 280 juta penduduk dan basis suporter yang sangat besar. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi pembinaan berkelanjutan dan kebijakan yang konsisten.
Rekor Pertemuan dengan Indonesia
Curacao bukan lawan asing bagi Timnas Indonesia. Kedua tim sempat bertemu pada dua laga FIFA Matchday pada September 2022. Saat itu, skuad Garuda yang dilatih Shin Tae-yong meraih dua kemenangan, yakni 3-2 dan 2-1.
Hasil itu sempat meningkatkan optimisme publik. Namun, perjalanan menuju Piala Dunia 2026 bagi Indonesia kemudian tidak berjalan sesuai harapan, sementara Curacao justru mengamankan tiket ke putaran final.
Saran Pengamat dan Prospek ke Depan
Alief berharap pencapaian Curacao bisa memotivasi semua pemangku kepentingan sepak bola nasional untuk mengevaluasi kebijakan dan program pembinaan. Ia menyinggung keputusan pergantian pelatih sebagai contoh kebijakan yang berisiko bila diambil saat prestasi sedang membaik.
"Harusnya Rakyat Indonesia dan Presiden Prabowo saat ini Bangga menyaksikan Timnas Indonesia main di Piala Dunia 2026. Jika federasi tidak salah mengambil keputusan fatal ganti pelatih saat Prestasi sedang bagus bagusnya,"
Dengan langkah terencana—termasuk pembinaan usia muda, pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan manajerial yang stabil—Alief menilai Indonesia berpeluang mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia di masa mendatang.
Catatan: Curacao menjadi contoh bahwa negara kecil dapat berprestasi bila pembangunan sepak bola dijalankan konsisten. Indonesia, dengan sumber daya dan basis suporter yang besar, memiliki potensi untuk meniru jalur tersebut jika kebijakan diperbaiki.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...
Bartunkova Singkirkan Sabalenka, Lolos 16 Besar China Open
Nikola Bartunkova menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-4, 6-3 pada babak ketiga China Open 2026 di Beijing, melaj...