Lokal

Penyerangan Kantor PT Agrinas di Sukarame: 7 Motor Terbakar, 4 Hilang

Bagikan:
Kondisi kantor dan kendaraan PT Agrinas setelah aksi perusakan dan pembakaran di Sukarame Baru

Pada Selasa (16/6) sore, sekitar delapan orang melancarkan penyerangan bersenjata tajam ke kantor PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional 1 Kebun eks Grahadura Leidong Prima di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu. Aksi itu menyusul penangkapan dua pencuri Tandan Buah Segar (TBS) dan menyebabkan kerusakan aset, pembakaran kendaraan, serta satu korban jiwa.

Kronologi serangan dan dampak langsung

Menurut keterangan perusahaan, massa menyerbu kantor, mess, gudang, dan rumah karyawan. Selain merusak bangunan, pelaku juga merusak satu unit mobil Daihatsu Xenia warna merah marun bernomor polisi BM 1328 QI milik anggota TNI AD.

Perusakan tidak hanya bersifat material. Pelaku diduga berupaya menghilangkan nyawa petugas keamanan berinisial Serma BND (TNI AD) dan Serma purnawirawan BD. Satu warga setempat, Luis David Hutabarat (32), dilaporkan tewas dalam bentrokan yang memicu aksi massa.

Kerusakan kendaraan: 12 motor terdampak

Humas PT Agrinas Desa Sukarame Baru, Suhendri, menyampaikan data awal terkait dampak pada kendaraan karyawan. Ia menyebutkan jumlah unit motor yang terdampak cukup signifikan.

"Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 12 unit sepeda motor terdampak dalam peristiwa itu. Sebanyak tujuh sepeda motor karyawan status milik pribadi hangus terbakar akibat massa,"

Rincian sepeda motor yang terbakar adalah sebagai berikut:

  1. Honda Megapro Primus tahun 2010 milik Windra (KTU).
  2. Honda Revo tahun 2010 milik Ilham (Security).
  3. Kawasaki KLX 150 BF tahun 2023 milik Haikal (Staf Personalia).
  4. Kawasaki KLX 150 BF Extreme tahun 2026 milik Toba (Asisten Manajer).
  5. Honda CRF 150 tahun 2023 milik Zaki (Staf Gudang).
  6. Honda CRF 150 tahun 2025 milik Dimas (Tenaga Keamanan Angkutan TBS).
  7. Yamaha WR 155 tahun 2023 milik Serma BND (Kepala Keamanan, TNI AD).

Motor hilang dan rusak

Selain yang terbakar, empat unit sepeda motor dilaporkan hilang pasca kejadian. Data kendaraan yang belum diketahui keberadaannya adalah:

  1. Honda Verza 150 tahun 2013 milik Eko Kurniawan (Asisten Afdeling 4).
  2. Yamaha Vixion tahun 2015 milik Pardamean (Mandor I Afdeling 3).
  3. Kawasaki KLX 150 BF Extreme tahun 2026 milik Rohani (Asisten Manajer).
  4. Honda Supra X 125 tahun 2011 milik Sura Baktian (Security).

Satu unit lain, Honda Revo tahun 2010 milik Adil (Krani Panen Afdeling 4), dilaporkan mengalami kerusakan akibat penjarahan.

Penanganan dan harapan korban

Suhendri menyatakan pihak perusahaan masih mendata total kerugian materiil dan menunggu proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

"Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut total kerugian material. Selain kerusakan dan kehilangan kendaraan, korban berharap adanya proses penyelidikan mengungkap pelaku,"

Ia menegaskan peristiwa ini berdampak pada aktivitas operasional dan keamanan di lingkungan kerja. Perusahaan berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah sesuai ketentuan.

"Pihak berwenang diharapkan dapat segera melakukan langkah-langkah penanganan dan penegakan hukum sesuai ketentuan berlaku,"

Kasus ini kini menjadi perhatian pihak berwajib dan masyarakat setempat karena berimbas pada keselamatan, keamanan, dan kegiatan operasional perusahaan di wilayah tersebut.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait