Industri MICE Gerakkan Banyak Sektor Ekonomi di DKI
Pemerintah Provinsi DKI JakartaMICE memiliki efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian kota. Industri ini mampu menggerakkan berbagai lini usaha secara bersamaan melalui penyelenggaraan konferensi, pameran, dan acara bisnis lainnya di Jakarta.
Dampak ekonomi langsung dan tidak langsung
Kegiatan MICE memberi dampak langsung pada sektor jasa acara dan penyelenggara. Selain itu, ada efek berantai pada usaha pendukung yang melayani peserta dan penyelenggara acara.
Secara praktis, kegiatan MICE meningkatkan permintaan untuk akomodasi, transportasi, katering, teknologi acara, dan layanan logistik. Permintaan ini mendorong perputaran uang di ekonomi lokal dan membuka peluang usaha baru.
Penegasan dari DPPKUKM DKI
Kepala Pusat Data dan Informasi DPPKUKM DKI Jakarta, Aditya Pratama Yudha Saputra, menekankan peran strategis MICE dalam menarik peluang bisnis.
"Konferensi internasional dapat menghadirkan investor baru. Pameran bisnis juga mampu membuka pasar dan peluang kemitraan yang lebih luas."
Pernyataan tersebut menunjukkan fokus kebijakan untuk memanfaatkan event sebagai alat promosi ekonomi dan penghubung antara pelaku usaha lokal dengan mitra global.
Pelaku usaha yang terdorong aktivitas MICE
Berbagai pelaku usaha mendapat manfaat langsung dari kegiatan MICE. Dampak ini terlihat pada usaha skala kecil hingga besar.
- Hotel dan akomodasi — peningkatan okupansi saat event berlangsung.
- Transportasi dan logistik — kebutuhan transfer dan pengiriman pameran.
- Katering dan layanan konsumsi — suplai untuk peserta dan tamu.
- UMKM dan produsen lokal — peluang pameran produk dan kemitraan.
- Teknologi acara — penyedia platform registrasi, streaming, dan AV.
Implikasi dan prospek ke depan
Pemanfaatan industri MICE sebagai penggerak ekonomi menuntut dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat. Fasilitas konferensi, akses transportasi, serta promosi internasional perlu diperkuat.
Jika ditangani baik, Jakarta dapat semakin memaksimalkan nilai tambah dari acara bisnis. Hal ini membuka peluang investasi dan memperluas jaringan kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
Secara keseluruhan, MICE berpotensi menjadi pilar pemulihan dan pertumbuhan ekonomi lokal apabila sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyelenggara acara terus ditingkatkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Amankan 14.890 Barang Temuan Senilai Rp10,84 Miliar
KAI mengamankan 14.890 barang temuan senilai Rp10,84 miliar pada Januari–Juli 2026; 7.066 barang telah dikem...
KAI Bangun Rumah Singgah Berarsitektur Limas di Sumatra
KAI menyediakan rumah singgah bergaya Rumah Limas di Sumatra untuk memberi tempat istirahat aman bagi petuga...
BEI: Jumlah Investor Tembus 30 Juta SID, IHSG Menguat 2,78%
BEI mencatat 30.274.265 SID pada 7 Agustus 2026; IHSG menguat 2,78% dan aktivitas perdagangan meningkat sign...
Dosen UNJ Latih Visualisasi Produk untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
Dosen FPsi UNJ melatih 15 pelaku UMKM di Pondok Bambu untuk memperkuat visual produk dan meningkatkan pemasa...
Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta/gram
Harga emas Antam naik Rp40.000 jadi Rp2.690.000/gram; buyback dipatok Rp2.511.000 per gram pada 8 Agustus 20...
Indonesia Dorong Pembiayaan UMKM dan Perkuat Kerja Sama BRICS
Indonesia mendorong perluasan pembiayaan UMKM dan penguatan rantai nilai melalui kerja sama BRICS, diusulkan...