IHSG Ditutup Melemah ke 6.172,34 pada 18 Juni 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. IHSG tercatat berada di level 6.172,34, turun 48,4 poin (0,78%) dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan pasar dan data perdagangan
Pembukaan indeks pada sesi tersebut berada di 6.191,90 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6.197,17. Sepanjang hari pergerakan terlihat fluktuatif sebelum akhirnya berbalik turun menjelang penutupan.
Mayoritas saham melemah: tercatat 258 saham menguat, 419 melemah, dan 137 stagnan. Aktivitas pasar juga tercatat tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp17,38 triliun, volume perdagangan sebesar 24,88 miliar lembar saham, dan frekuensi lebih dari 1,81 juta kali transaksi.
Sentimen domestik dan proyeksi analis
Analis menilai pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik, terutama keputusan kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang dinilai berpotensi menentukan arah pasar jangka pendek.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support-resistance 6.170–6.400. Mereka menilai pasar mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.
Kami memproyeksikan BI masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen
Sementara itu, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, Juido Hutabarat, menilai IHSG cenderung stagnan namun berisiko melemah, mengingat tekanan jual yang muncul pada perdagangan sebelumnya.
Pengaruh pasar global
Investor juga memantau perkembangan di pasar global, termasuk hasil rapat bank sentral Amerika Serikat. Sikap yang lebih hawkish di AS mendorong koreksi di Wall Street dan menekan sentimen regional.
Indeks-indeks utama AS bergerak negatif: Dow Jones turun sekitar 0,98%, S&P 500 melemah 1,21%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,34%. Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa justru mencatat penguatan, dengan KOSPI naik sekitar 1,6%.
Implikasi dan prospek
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dipengaruhi kombinasi kebijakan moneter domestik dan sentimen global. Pelaku pasar akan terus memantau keputusan Bank Indonesia dan data ekonomi internasional sebagai penentu arah selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...