Prabowo Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan Tailan
Presiden Prabowo Subianto menyepakati penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan dengan Tailan saat menerima Perdana Menteri Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. Kesepakatan ini mencakup perluasan latihan militer bersama, pertukaran perwira, dan penawaran peralatan pertahanan untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Fokus pada latihan bersama dan pertukaran perwira
Prabowo menekankan pentingnya meningkatkan frekuensi dan kualitas pelatihan antar-institusi pertahanan kedua negara. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas operasional serta profesionalisme personel militer.
Dalam pertemuan bilateral, Presiden menyatakan perlunya perluasan program pendidikan dan pelatihan bersama. Langkah ini dinilai strategis menghadapi dinamika geopolitik regional.
"Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan,"
Penawaran kendaraan lapis baja amfibi
Menanggapi inisiatif soal latihan, Perdana Menteri Anutin menawarkan kerja sama industri pertahanan Tailan. Salah satu penawaran konkret adalah penyediaan 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda untuk Korps Marinir TNI AL.
"Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand,"
Anutin juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan bagi produk industri pertahanan Tailan untuk digunakan di Indonesia. Ia berharap penjualan dan transfer teknologi bisa mempererat kemitraan kedua negara.
Pameran pertahanan dan peluang kerja sama lebih luas
Selain penawaran alat, Anutin mengundang delegasi Indonesia untuk mengikuti pameran pertahanan dan keamanan di Tailan yang direncanakan berlangsung November tahun depan. Acara itu dipandang sebagai platform untuk membuka peluang kerja sama industri dan transfer teknologi.
Delegasi Indonesia diharapkan dapat menilai kecocokan produk serta potensi kerja sama pangkalan logistik dan pelatihan bersama.
Implikasi dan langkah ke depan
Penguatan hubungan pertahanan ini diharapkan mempererat kemitraan strategis dan meningkatkan kapasitas operasional kedua negara. Selanjutnya, kedua belah pihak akan memfinalkan mekanisme pelaksanaan latihan, skema pertukaran personel, dan negosiasi teknis terkait pengadaan alat.
Implementasi kesepakatan akan menentukan intensitas kerja sama dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...