Kereta Api Bandara Layani 3,25 Juta Penumpang Jan–Apr 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan signifikan penggunaan layanan kereta api bandara pada periode Januari–April 2026. Seluruh layanan di bawah pengelolaan KAI Group melayani 3.246.711 pelanggan, memperkuat konektivitas antara bandara, pusat kota, dan kawasan pariwisata.
Rekor penumpang dan faktor pendorong
Peningkatan pengguna tercatat seiring masyarakat mencari moda transportasi yang memberi kepastian waktu tempuh dan menghindari kemacetan. KAI menyebut pertumbuhan ini sebagai bukti meningkatnya preferensi terhadap transportasi publik berbasis rel.
"Konektivitas transportasi kini menjadi bagian penting dalam pola perjalanan masyarakat. Kehadiran layanan berbasis rel membantu perjalanan menjadi lebih pasti, efisien, dan terhubung langsung dengan pusat aktivitas masyarakat," ujar Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2025.
Kontributor utama: per wilayah
Beberapa layanan menjadi kontributor terbesar terhadap total penumpang. Berikut capaian per layanan selama Januari–April 2026:
- Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta: 837.778 pelanggan (naik 18,69% dibanding periode sama 2025).
- KA Bandara YIA dan YIA Xpress (Yogyakarta): 920.898 pelanggan, melampaui total 888.653 pada periode sebelumnya.
- KA Srilelawangsa (Medan–Kualanamu): 1.414.031 pelanggan di Sumatra Utara.
- KA Minangkabau Ekspres (Padang): 74.004 pelanggan, dengan waktu tempuh sekitar 45–50 menit.
- LRT Sumatra Selatan (Palembang): 1.441.069 pelanggan yang menggunakan 13 stasiun penghubung pusat kota.
Dampak ekonomi dan rencana integrasi
Manajemen KAI menilai penguatan konektivitas antara bandara dan pusat aktivitas berdampak positif pada pergerakan ekonomi lokal. Akses yang lebih mudah mendorong mobilitas wisatawan dan pelaku usaha, serta memperluas ruang gerak masyarakat.
"Ketika bandara, stasiun, pusat kota, dan kawasan wisata dapat terhubung dengan baik, ruang gerak masyarakat menjadi lebih luas dan aktivitas ekonomi daerah ikut tumbuh," kata Wisnu Pramudya.
KAI menyatakan akan terus meningkatkan integrasi layanan dan kenyamanan penumpang untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern. Perbaikan frekuensi, keterhubungan antarmoda, dan fasilitas penumpang menjadi fokus agar tren positif ini berlanjut.
Berita Terkait
LPS Siapkan Penjaminan Polis melalui Penataan Struktur Organisasi
LPS menata ulang struktur Dewan Komisioner untuk mempersiapkan Program Penjaminan Polis pasca-P2SK dan mempe...
DPR Minta BI Jaga Nilai Tukar Rupiah di Rp16.500 per Dolar
DPR minta BI menjaga kurs rupiah sesuai asumsi APBN di Rp16.500 per dolar AS, sambil mengingat pengalaman kr...
BI Pastikan Cadangan Devisa Aman Meski Dipakai Stabilisasi Rupiah
BI menyatakan cadangan devisa USD146,2 miliar aman dan cukup untuk menopang stabilitas rupiah serta ketahana...
OJK: Koreksi IHSG Wajar di Tengah Rebalancing MSCI
OJK menyatakan koreksi IHSG pada 19 Mei 2026 wajar akibat rebalancing MSCI, geopolitik, dan kebijakan monete...
Kemendag Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Buyer Asing Tujuh Negara
Kemendag fasilitasi business networking yang mempertemukan tiga UMKM dengan buyer asing dari tujuh negara un...
Kemenperin-Perkosmi Perluas Rantai Pasok IKM Kosmetik
Kemenperin dan Perkosmi memperluas kemitraan rantai pasok untuk memperkuat IKM kosmetik, meningkatkan akses...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!