Pegawai Kemlu Sambut Kepulangan 9 WNI di Terminal 3 Soetta
Sembilan warga negara Indonesia peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dijadwalkan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu, 24 Mei 2026. Menjelang kedatangan, sejumlah pegawai Kementerian Luar Negeri sudah terlihat di area kedatangan untuk memantau dan menyiapkan penyambutan.
Suasana menjelang kedatangan
Dari pantauan pada pukul 12.00 WIB, sejumlah pegawai Kemlu berada di area Arrival Lounge Khusus Umrah Terminal 3. Beberapa awak media juga telah bersiaga sejak pukul 11.00 WIB untuk menunggu kepulangan para relawan.
Sampai siang, keluarga relawan belum tampak di area kedatangan. Aktivitas penumpang di terminal internasional dan domestik masih berjalan normal tanpa kepadatan berarti.
Jadwal dan perkiraan waktu kedatangan
Informasi yang diterima menyebut pesawat yang membawa sembilan WNI berangkat dari Turki sejak Sabtu malam. Perkiraan waktu pendaratan di Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.30 WIB, meski sejumlah petugas menyebut kemungkinan pesawat tiba lebih cepat sekitar pukul 15.00 WIB.
Karena itu, pengamanan dan persiapan penyambutan dilakukan lebih awal di area kedatangan internasional. Arus lalu lintas menuju bandara hingga siang hari masih terpantau lancar.
Latar penahanan dan evakuasi
Kepulangan ini mendapat perhatian publik setelah sembilan WNI ditahan oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza. Mereka tergabung dalam rombongan yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.
Insiden terjadi ketika kapal misi kemanusiaan dicegat di perairan internasional pada 19 Mei 2026, yang kemudian memicu kecaman internasional. Pemerintah Indonesia mengintensifkan langkah diplomatik hingga seluruh WNI akhirnya dibebaskan.
Ringkasan kronologi
- 19 Mei 2026: Kapal misi kemanusiaan dicegat dan peserta ditahan.
- Sabtu malam (sebelum 24 Mei): Pesawat pembawa WNI berangkat dari Turki.
- 24 Mei 2026: Perkiraan pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.00–15.30 WIB.
Proses kepulangan sembilan WNI ini akan terus dipantau oleh pihak berwenang dan menjadi fokus publik. Langkah selanjutnya adalah proses pemulangan dari bandara dan penanganan administrasi yang diperlukan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...