KemenPPPA Dorong Perempuan Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong perempuan menjadi penggerak utama dalam penguatan ketahanan pangan desa. Inisiatif itu diumumkan pada Minggu, 24 Mei 2026 sebagai bagian kebijakan afirmatif untuk memperbesar peran perempuan dalam perencanaan desa.
Perempuan sebagai aktor pembangunan desa
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menilai peran perempuan selama ini krusial dalam menjaga lingkungan dan mengelola pangan lokal. Namun, kontribusi tersebut belum mendapat pengakuan penuh dalam proses pembangunan desa. Ia menekankan perempuan tidak boleh sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan harus ikut merumuskan kebijakan dan program di tingkat desa.
"Perempuan selama ini berperan besar menjaga lingkungan, mengelola pangan lokal, serta menopang ekonomi keluarga. Namun kontribusi perempuan tersebut hingga kini masih belum mendapatkan pengakuan memadai dalam proses pembangunan,"
Kebijakan afirmatif dan partisipasi di Musrenbang
Untuk memperbaiki kondisi itu, KemenPPPA mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kebijakan afirmatif diarahkan agar suara perempuan terdengar dalam prioritas pembangunan desa. Veronica mengingatkan akses ekonomi dan pengambilan keputusan bagi perempuan masih terbatas di banyak wilayah.
Program Kebun Pangan Lokal Perempuan
Kementerian juga memperkenalkan program Kebun Pangan Lokal Perempuan yang dikembangkan bersama mitra. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan melalui pengelolaan potensi pangan lokal. Pendekatannya menyasar kapasitas, perlindungan, dan kemandirian.
- Edukasi pengelolaan pangan lokal untuk meningkatkan keterampilan.
- Perlindungan hukum untuk mendukung akses perempuan atas aset dan sumber daya.
- Peningkatan ketahanan keluarga melalui praktik pangan berkelanjutan.
"Program Kebun Pangan Lokal Perempuan memperkuat kapasitas perempuan melalui edukasi, perlindungan hukum, serta ketahanan keluarga,"
Dampak yang diharapkan
Veronica menyoroti perempuan sebagai kelompok yang paling terdampak bencana, namun tetap tangguh menjaga keluarga dan komunitas. Dengan memperkuat komunitas perempuan, kementerian berharap tercipta desa yang mandiri, lestari, dan berketahanan sosial ekonomi lebih kuat. Praktik baik dari komunitas diharapkan menjadi masukan penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif.
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjadikan perempuan bukan hanya pelaksana, tetapi juga perancang kebijakan pembangunan desa. Ke depan, penguatan partisipasi dan program kebun lokal akan dipantau untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Berita Terkait
KemenPPPA Kecam Kekerasan Seksual Ayah di Klaten
KemenPPPA mengecam dugaan kekerasan seksual ayah terhadap dua anak di Klaten; korban mendapat pendampingan d...
Ditjen Imigrasi Buka Layanan Paspor saat Car Free Day
Ditjen Imigrasi membuka layanan paspor saat Car Free Day di Jakarta Pusat pada 24 Mei 2026 untuk memudahkan...
Prof Juanda Apresiasi Polri Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan
Prof Juanda memuji pengungkapan 127 kasus kejahatan jalanan oleh Polri, sebut penegakan hukum harus tegas, t...
WNI yang Ditahan Israel Jalani Visum dan Pemeriksaan Kesehatan
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla akan menjalani visum dan pemeriksaan kesehatan setelah dibebaskan...
Turki Fasilitasi Kepulangan 9 WNI yang Ditahan Israel
Turki memfasilitasi pembebasan dan pemulangan sembilan WNI peserta misi kemanusiaan, yang dijadwalkan tiba d...
Kompolnas Dukung Polda Metro Tekan Kejahatan Jalanan di Jakarta
Kompolnas mendukung langkah Polda Metro Jaya menekan kejahatan jalanan setelah pengungkapan 127 kasus dan 17...