Ekonomi

Transaksi Saham AS Tertokenisasi Naik pada Kuartal II 2026

Bagikan:

PINTU mencatat kenaikan aktivitas perdagangan aset berbasis saham Amerika Serikat yang ditokenisasi pada kuartal II 2026. Data perusahaan menunjukkan jumlah trader aktif naik 18% QoQ, jumlah transaksi naik 17%, dan volume perdagangan meningkat 11%.

Pertumbuhan indikator utama

Menurut Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, lonjakan ini menandakan minat investor pada real world assets (RWA) yang ditokenisasi sebagai sarana diversifikasi. Andy mengatakan tren tersebut terlihat merata di beberapa indikator utama dan menandai perluasan basis investor.

"Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator utama pada kuartal II 2026 menunjukkan bahwa saham AS tertokenisasi semakin menjadi pilihan investor dan trader kripto di Indonesia. Kenaikan jumlah trader aktif hingga 18 persen juga mengindikasikan basis investor yang semakin meluas,"

— Andy Putra, 23 Juli 2026

Lonjakan pada token ETF

Peningkatan minat paling signifikan tercatat pada token ETF yang mengikuti indeks utama pasar saham AS. Token berbasis ETF menunjukkan pertumbuhan volume dan jumlah trader aktif yang jauh di atas rata-rata kategori.

Aset Perubahan Volume (QoQ) Perubahan Trader Aktif (QoQ)
Token ETF Nasdaq-100 +115% +196%
Token ETF S&P 500 +74% +160%
Token saham Apple Lebih dari +100% -
Token saham Circle +60% -
Token saham Microsoft +39% -
Token berbasis komoditas perak +39% -

Performa token saham dan komoditas

Selain ETF, token yang merepresentasikan saham perusahaan teknologi AS juga mencatat pertumbuhan. Token berbasis Apple tercatat sebagai salah satu yang mengalami kenaikan volume terbesar, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya. Token Circle dan Microsoft juga melaporkan kenaikan signifikan.

Strategi PINTU dan ketersediaan aset

Andy menilai sebaran pertumbuhan across assets menunjukkan minat terhadap RWA tidak terpusat pada satu sektor. PINTU berencana memperluas pilihan aset tertokenisasi dan meningkatkan edukasi pengguna terkait karakteristik dan risiko investasi sebelum bertransaksi.

Saat ini, PINTU menyediakan 45 aset tertokenisasi berbasis saham dan ETF AS yang diluncurkan sejak September 2025. Pilihan tersebut meliputi saham perusahaan global dan komoditas, antara lain:

  • Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Meta, Netflix, Tesla, Alphabet, AMD
  • Coinbase, Circle
  • Aset komoditas seperti emas

Perkembangan ini memberi gambaran bahwa preferensi investor Indonesia mulai bergeser ke instrumen dengan diversifikasi lebih luas. Ke depan, perkembangan volume dan basis trader akan menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana tokenisasi aset riil mengubah lanskap investasi lokal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait