Nasional

BNPB: Karhutla di Minahasa Dipadamkan, 5 Hektare Terbakar

Bagikan:
Petugas pemadam memadamkan kebakaran vegetasi di Minahasa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah menimbulkan kebakaran sejak Selasa (21/7) sore. Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Kamis, 23 Juli 2023.

Kronologi dan penanganan

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Selasa sore. Tim gabungan dari berbagai unsur segera dikerahkan dan melakukan penanganan intensif di lokasi. Menurut BNPB, upaya pemadaman berlangsung hingga api berhasil dinyatakan padam pada Rabu (22/7).

Proses pemadaman melibatkan aparat daerah dan unsur setempat. Tim yang turun ke lapangan terdiri atas BPBD Kabupaten Minahasa, Dinas Pemadam Kebakaran, serta perangkat desa setempat, yang bergerak cepat untuk mengendalikan api.

Dampak kebakaran

BNPB melaporkan kebakaran menghanguskan sekitar lima hektare lahan vegetasi kering. Berita baiknya, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Imbauan dan langkah kesiapsiagaan

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan kekeringan, terutama selama musim kemarau. Beberapa langkah yang ditekankan antara lain:

  • Memperkuat posko kesiapsiagaan dan koordinasi antar-instansi;
  • Menyusun dan memperbarui pemetaan potensi krisis air bersih;
  • Memastikan kesiapan personel serta perlengkapan pemadam di wilayah rawan;
  • Menghindari pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar;
  • Memanfaatkan air secara bijak dan hemat;
  • Memantau informasi kebencanaan dan prakiraan cuaca melalui BMKG, BPBD, dan instansi terkait.

"Kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci dalam mencegah, meminimalkan dampak bencana. Dan melindungi keselamatan warga," ujar Abdul Muhari.

BNPB menekankan bahwa respons cepat tim gabungan berhasil membatasi perluasan api sehingga kerusakan tidak meluas. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran di musim kering.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait