Kepala BGN Baru Diminta Pulihkan Kepercayaan Publik
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Sudaryono, segera membenahi tata kelola internal lembaga dan memulihkan kepercayaan publik setelah kasus korupsi yang mencuat. Permintaan itu disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026, menyoroti potensi konflik kepentingan hingga kebijakan moratorium dapur.
Sorotan konflik kepentingan dan dapur SPPG
Yahya mengingatkan pentingnya membersihkan BGN dari praktik yang berpotensi konflik kepentingan. Salah satu fokus adalah dugaan pegawai BGN yang memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan agar kepemimpinan baru menindaklanjuti temuan tersebut dan menata ulang mekanisme pengawasan internal. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.
Juga harus dapat membersihkan kalangan internal. Sebab, ditengarai banyak pegawai BGN yang mempunyai dapur,
Tiga kebijakan prioritas menurut DPR
Yahya menyebut ada tiga kebijakan yang harus dilanjutkan dan diperjelas oleh BGN. Ketiga poin itu bertujuan menata program supaya tepat sasaran dan efisien.
- Moratorium pembangunan dapur baru
- Refocusing penerima manfaat
- Efisiensi anggaran
Namun, menurut Yahya, moratorium tidak boleh tanpa batas waktu. BGN perlu memberi kepastian bagi dapur yang telah dibangun melalui klasifikasi tahap pembangunan yang jelas.
Terkait moratorium harus ada limitasi waktu supaya bisa memberikan kepastian bagi dapur-dapur yang sudah selesai dibangun. Harus dibuat klasifikasi dapur pada tahap mana yang bisa dilanjutkan dan dapur pada tahap mana yang tidak dapat dilanjutkan,
Harapan pemulihan citra dan posisi program MBG
Yahya menilai pemulihan citra BGN penting agar masyarakat kembali percaya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan MBG sebagai program strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Saya berharap Kepala BGN yang baru dapat memperbaiki citra BGN yang terpuruk di masyarakat akibat kasus korupsi. Kepala BGN yang baru harus dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa program MBG adalah program strategis yang diperlukan oleh masyarakat, khususnya dalam menyiapkan SDM yang berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045,
Respons dan komitmen Sudaryono
Usai dilantik di Istana Negara pada Rabu, 22 Juli 2026, Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa ia tidak memiliki titik SPPG maupun dapur MBG milik keluarga. Ia juga berjanji memperbaiki tata kelola BGN.
Nggak ada, nggak ada, nggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, saya tidak, tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan punya SPPG,
Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki, yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya. Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat,
Sudaryono menekankan digitalisasi dan pencatatan sebagai solusi untuk meningkatkan transparansi. Ia juga menyatakan anggaran MBG harus tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat.
Implikasi dan langkah ke depan
Komitmen DPR dan kepala baru membuka peluang reformasi internal BGN. Implementasi moratorium yang terukur dan audit internal diperlukan untuk memulihkan kepercayaan. Selanjutnya, publik akan menilai efektivitas perbaikan melalui transparansi penyaluran anggaran dan perubahan tata kelola.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: Karhutla di Minahasa Dipadamkan, 5 Hektare Terbakar
BNPB: Karhutla di Desa Watulaney Amian, Minahasa, padam setelah membakar sekitar lima hektare; tidak ada kor...
DPR dan Pemerintah Matangkan Perpres Ekosistem Ojol, Skema 92/8 Ditegaskan
DPR dan pemerintah menyepakati finalisasi Perpres ekosistem ojol, menegaskan skema pembagian tarif 92% untuk...
Kemenperin: Bank Emas Perkuat Pasokan Bahan Baku Perhiasan
Kemenperin menilai bank emas dapat memperkuat pasokan bahan baku perhiasan, menekan biaya, dan mendongkrak d...
Wamendikdasmen: Dana BOSP Harus Dongkrak Mutu Pendidikan
Wamendikdasmen minta sekolah manfaatkan Dana BOSP 2026 tepat sasaran untuk perbaikan pembelajaran, didukung...
Pimpinan MPR: Percepatan IUP Kunci Cegah PHK Pekerja Tambang
Pimpinan MPR mendesak percepatan perpanjangan IUP untuk menghindari PHK massal di sektor tambang, menyusul l...
Presiden Prabowo Hadiri Harlah PKB ke-28 di JCC
Presiden Prabowo dipastikan hadir pada Harlah PKB ke-28 di JCC, 23 Juli 2026, dengan tema Arah Baru Amanat E...