Nasional

Jasa Marga Tingkatkan Layanan Tol lewat Transformasi Digital

Bagikan:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat layanan jalan tol dengan mengoptimalisasi pusat kendali operasional berbasis teknologi dan memperbaiki fasilitas rest area. Kebijakan ini diumumkan oleh Direktur Utama Rivan A. Purwantono pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan dukungan ekonomi lokal di koridor tol.

Perbaikan rest area Travoy KM 88A dan pengembangan KM 88B

Jasa Marga menempatkan Travoy Rest KM 88A di Jalan Tol Cipularang sebagai rest area percontohan. Perbaikan difokuskan pada fasilitas dasar untuk menaikkan kualitas layanan bagi pengguna jalan.

Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang. Dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama

Perbaikan di Travoy Rest KM 88A meliputi:

  • Perluasan kawasan dan penataan ulang area parkir untuk meningkatkan kapasitas.
  • Peremajaan dan relokasi fasilitas toilet demi kenyamanan pengguna.
  • Penambahan ruang terbuka hijau sebagai area istirahat.
  • Penyediaan fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Sementara itu, pengembangan Travoy Rest KM 88B difokuskan pada pemberdayaan UMKM lokal dan pengembangan produk kuliner Nusantara. Program ini juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai bagian dari inisiatif environmental, social, and governance (ESG).

Penguatan pusat kendali: JMTC

Di sisi digital, Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang berlokasi di Jatiasih, Bekasi. JMTC berfungsi sebagai pusat kendali operasional yang memantau jaringan jalan tol 24 jam secara real time.

Fasilitas ini didukung ribuan kamera pengawas serta beragam teknologi pemantauan lalu lintas, termasuk penggunaan artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut membantu memantau pergerakan jutaan kendaraan setiap hari, mempercepat koordinasi penanganan darurat, pengaturan rekayasa lalu lintas, dan penyampaian informasi kepada pengguna jalan.

Dampak untuk pengguna dan ekonomi lokal

Dengan sinergi pembenahan rest area dan penguatan JMTC, Jasa Marga menargetkan peningkatan layanan yang lebih responsif dan aman bagi pengguna tol. Selain itu, penekanan pada UMKM lokal di KM 88B diharapkan mendorong perputaran ekonomi setempat dan memperkaya pilihan kuliner bagi pengguna jalan.

Langkah-langkah ini menunjukkan arah Jasa Marga menuju layanan tol yang lebih modern dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pengembangan model serupa di koridor tol lain.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait