DVI Polri Gunakan DNA untuk Identifikasi Korban KM Virgo
Tim DVI Polri mengandalkan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang ditemukan dalam kondisi sulit dikenali. Pernyataan itu disampaikan di Banjarmasin pada 5 Oktober 2026, saat RS Bhayangkara menerima total 80 jenazah, di mana 63 telah teridentifikasi dan 17 masih menunggu proses.
Metode identifikasi yang digunakan
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti, menyatakan bahwa pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode primer karena banyak jenazah tidak lagi dapat dikenali dari ciri fisik.
Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali. Sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA, — Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti
Tim DVI menerapkan kombinasi metode primer dan sekunder sesuai protokol identifikasi. Metode primer menjadi syarat utama untuk memastikan identitas korban.
- Metode primer: sidik jari, DNA, dan rekam gigi.
- Metode sekunder: ciri medis dan properti pribadi yang melekat atau ditemukan bersama jenazah.
Proses, kendala, dan waktu pemeriksaan
Sumy menjelaskan penggunaan DNA biasanya menjadi upaya terakhir karena prosesnya memerlukan waktu dan pengiriman sampel ke laboratorium di Jakarta.
Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta, — Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti
Akibat pengiriman sampel ke pusat pemeriksaan, proses identifikasi dengan DNA cenderung lebih lama dibandingkan metode yang bisa dilakukan langsung di rumah sakit.
Meski demikian, tim DVI terus melakukan pemeriksaan bertahap terhadap setiap jenazah yang diterima, termasuk pencocokan data pembanding dari keluarga.
Status identifikasi korban
Hingga saat ini, tim DVI Polri telah menyelesaikan identifikasi sebagian besar jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total jenazah diterima | 80 |
| Sudah teridentifikasi | 63 |
| Proses identifikasi belum selesai | 17 |
Imbauan kepada keluarga
Sumy meminta keluarga korban bersabar karena proses identifikasi masih berlangsung dan melibatkan pemeriksaan laboratorium di luar daerah.
Dia memastikan seluruh personel DVI di RS Bhayangkara Banjarmasin bekerja untuk mempercepat proses dan menggunakan semua data pembanding yang tersedia agar identifikasi dapat dipastikan secara akurat.
Sebagai langkah lanjutan, keluarga yang memiliki data pembanding DNA, rekam gigi, atau dokumen medis diminta bersedia membantu proses verifikasi demi kepastian identitas korban.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
RUU Kawasan Industri Harus Jawab Persoalan Nyata, Kata Komisi VII
Komisi VII minta RUU Kawasan Industri bersifat operasional, memberi kepastian hukum, dan mendukung infrastru...
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya: 1 Tewas, 20 Rumah Rusak
Gempa M6,1 di Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026 menewaskan satu lansia dan merusak 20 rumah serta sejumlah fa...
Kepercayaan Rakyat Jadi Modal Penting bagi TNI di HUT ke-81
Prof. Muradi: kepercayaan publik jadi modal TNI pada HUT ke-81, mendorong profesionalisme dan kedekatan deng...
KOWANI Dorong Pengembangan Bakat Anak dan Penguatan Karakter
KOWANI mendorong pengembangan bakat anak selaras penguatan karakter dan perlindungan, menyusul Anugerah Anak...
Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo tiba di Mabes TNI Cilangkap 5 Oktober 2026 untuk memimpin upacara HUT TNI ke-81 dan meresmi...
Prabowo Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI, Lima Kodam Diresmikan
Presiden Prabowo jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, 5 Okt 2026; sekaligus meresmikan lima Ko...